10-Pahlawan-Santri-

INTERMESO

10 Pahlawan Santri

Senin, 6 Juni 2016

Perjuangan laskar ulama-santri dan jaringan pesantren yang membentuk embrio perjuangan kebangsaan, khususnya pada akhir abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20, merupakan episode penting pergerakan nasional yang menginspirasi beberapa tokoh bangsa pejuang kemerdekaan. Tapi, dari 168 tokoh yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden RI, 10 di antaranya berlatar santri-kiai. Mereka adalah sebagai berikut ini.



Kiai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis

Tempat/Tanggal Lahir:
Yogyakarta, 1 Agustus 1868
Wafat:
23 Februari 1923

Istri:
• Siti Walidah (pendiri Aisyiyah, Pahlawan Nasional)
• Nyai Abdullah (janda H Abdullah)
• Nyai Rum (adik Kiai Munawwir Krapyak)
• Nyai Aisyah (adik Adjengan Penghulu di Cianjur)
• Nyai Yasin Pakualaman Yogyakarta

Kiprah:
Mendirikan Muhammadiyah (18 November 1912)

Pahlawan Nasional: 27 Desember 1961


Zainul Arifin

Tempat/Tanggal Lahir: Barus, Sumatera Utara, 2 September 1909
Wafat: Jakarta, 2 Maret 1963

Kiprah:
• Mewakili NU dalam kepengurusan Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)
• Ikut membentuk pasukan semi-militer, Hizbullah
• Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat
• Anggota Majelis Konstituante sekaligus Wakil Ketua DPR, 1955

Gelar Pahlawan: 4 Maret 1963




KH Hasyim Asy'ari

Tempat/Tanggal Lahir:
Demak, 10 April 1875
Wafat:
Jombang, 25 Juli 1947

Kiprah:
• Mendirikan Pondok Pesantren Tebuireng, 1899
• Pendiri Nahdlatul Ulama, 1926
• Menerbitkan Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945, yang menginspirasi peristiwa 10 November di Surabaya

Gelar Pahlawan: 17 November 1964


Kiai Wahid Hasyim

Tempat/Tanggal Lahir:
Jombang, 1 Juni 1914

Kiprah:
• Menerapkan sistem tutorial di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng, dan memasukkan ilmu pengetahuan umum
• Menginisiasi pembentukan laskar Hizbullah pada 4 Desember 1944
• Ikut mendirikan Masyumi
• Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
• Menteri Agama dalam tiga kabinet

Gelar Pahlawan: 17 November 1964


Zainal Mustafa

Tempat/Tanggal Lahir:
Singaparna, Tasikmalaya, 1 Januari 1899
Wafat:
Jakarta, 28 Maret 1944

Kiprah:
• Mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah di Kampung Cikembang, 1927
• Wakil Ro’is Syuriah NU Cabang Tasikmalaya, 1933
• Keluar-masuk penjara, 1941-1942, karena dianggap menghasut rakyat melawan kolonial
• Pada 25 Februari 1944 memimpin pemberontakan terhadap Jepang

Gelar Pahlawan:  6 November 1972


Raden Mas Antawirya
(Pangeran Diponegoro)

Tempat/Tanggal Lahir:
Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785
Wafat:
Makassar, 8 Januari 1855

Kiprah:
Memimpin Perang Jawa atau Perang Diponegoro melawan Belanda, 1825-1830

Penghargaan:
Babad Diponegoro diakui UNESCO sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World) pada 21 Juni 2013

Gelar Pahlawan: 6 November 1973


Kiai Noer Ali (2006)

Tempat/Tanggal Lahir:
Ujung Harapan, Bekasi, 1914
Wafat:
29 Januari 1992

Istri:
Siti Rahmah

Orang Tua:
Anwar bin Layu dan Maemunah binti Tarbin

Kiprah:
• Mendirikan Pondok Pesantren At-Taqwa di Ujungmalang atau Ujung Harapan Bekasi
• Memimpin pertempuran melawan Belanda di Pondok Ungu, 29 September 1945
• Bersama Jenderal Oerip Soemohardjo mendirikan Markas Pusat Hizbullah-Sabilillah
• Memimpin gerilya laskar Rakyat Bekasi Hizbullah di Karawang dan Bekasi, 1947-1948

Gelar Pahlawan: 9 November 2006


Abdul Halim

Tempat/Tanggal Lahir:
Jatiwangi, Majalengka, 26 Juni 1887
Wafat:
Majalengka, 7 Mei 1898

Kiprah:
• Pada 1911 mendirikan Majelis Ilmi di Majalengka untuk mendidik santri-santri di daerah tersebut. Lalu membentuk Hayatul Qulub.
• Pada 16 Mei 1916 mendirikan lembaga pendidikan baru Jam’iyah al-I’anat al-Muta’alimin. Atas sokongan H.O.S. Tjokroaminoto, namanya berganti menjadi Perserikatan Ulama Indonesia.
• Pada masa pendudukan Jepang, menjadi anggota Cuo Sangi In (semacam dewan perwakilan)
• Mei 1945 menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia
• Selama agresi Belanda 1948, menjadi pemasok logistik bagi para gerilyawan
• Dalam periode 1950-an menjadi anggota DPRD Jawa Barat dan anggota Konstituante

Gelar Pahlawan: Sejak 6 November 2008


Idham Calid

Tempat/Tanggal Lahir:
Satui, Kalimantan Selatan, 27 Agustus 1921
Wafat:
Jakarta, 11 Juli 2010

Kiprah:
• Menjadi penerjemah dalam beberapa pertemuan petinggi Jepang dengan alim ulama NU
• Panitia Kemerdekaan Indonesia Daerah di Kota Amuntai
• Persatuan Rakyat Indonesia, partai lokal, kemudian pindah ke Serikat Muslim Indonesia
• Pada 1950 menjadi anggota DPRS mewakili Masyumi tapi pada 1952 Idham bergabung dengan Partai Nahdlatul Ulama
• Dalam Pemilu 1955, menjadi wakil perdana menteri. Pada tahun yang sama, dia terpilih menjadi Ketua Umum PBNU pada usia 34 tahun.

Gelar Pahlawan: 7 November 2011


Wahab Chasbullah

Tempat/Tanggal Lahir:
Jombang, 31 Maret 1888
Wafat:
29 Desember 1971

Kiprah:
• Bersama KH Hasyim Asy'ari mendirikan NU dan pernah menjadi Panglima Laskar Mujahidin (Hizbullah)
• Pada 1916 mendirikan Organisasi Pemuda Islam (Nahdlatul Wathan)

Gelar Pahlawan: 7 November 2014

Sumber: Pahlawan Santri karya Munawir Aziz



Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Sudrajat
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE