INTERMESO

Soffi Bertemu Hantu
di Palaguna

“Ternyata yang saya lihat, ada penunggu minta tumbal dan dia minta Kang Dady sebagai tumbal.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Sabtu, 12 Agustus 2017

Soffi Nur Ruchaefi, konon, lahir dengan kemampuan tak biasa. Tak seperti anak-anak lain, dia bisa melihat makhluk-makhluk yang tak terlihat mata orang biasa. Empat tahun lalu, Soffi ikut uji nyali Komunitas Wisata Mistis di Gedung Palaguna, persis di depan Alun-alun Kota Bandung.

Kabarnya, menurut cerita orang-orang, ada hantu “tinggal” di gedung tua itu. Soffi sangat penasaran ingin membuktikan cerita tersebut. Di dalam Gedung Palaguna, dia ditinggal sendiri tanpa lampu. Gadis itu tak hanya mendengar suara dan merasakan kehadiran “makhluk lain”. Soffi melihat ada seorang perempuan yang tampaknya ingin mengajaknya berbicara. 

Perempuan itu minta tolong sesuatu kepada Soffi. “Tapi tak saya tanggapi karena saya tahu dia hantu,” Soffi menuturkan kepada detikX pekan lalu. Tak lama di Palaguna, Soffi kerasukan. Dia hilang kesadaran. Menurut penuturan teman-temannya, Soffi menangis sejadi-jadinya. “Hantu itulah yang mungkin dulu pernah menyaksikan peristiwa ada perempuan diperkosa, kemudian dibunuh dan jasadnya ditemukan di sana.” Sekarang gedung angker itu tak ada lagi.

Sejak SMP sampai masuk kuliah, Soffi menuturkan, dia memang sering sekali mengalami kesurupan. “Satu minggu bahkan bisa sampai lima kali,” kata Soffi. Di Komunitas Wisata Mistis, Soffi menjadi bendahara. Meski sampai kesurupan, Soffi tidak kapok atau ngeri ikut kembali wisata mistis. Sebab, setelah bergabung dengan Komunitas Wisata Mistis, dia justru bisa bertemu dan berbagi pengalaman dengan teman-teman yang senasib dengannya. “Bagi orang seperti saya, menemukan teman yang sepaham dan bisa mengerti itu sulit sekali.... Dan saya nggak tahu alasan pastinya. Tapi, sejak gabung di komunitas ini, kesurupan itu sudah sangat jauh berkurang.”

Hantu itu yang mungkin dulu pernah menyaksikan peristiwa ada perempuan diperkosa, kemudian dibunuh dan jasadnya ditemukan di sana.”

Soffi Nur Ruchaefi, anggota Komunitas Wisata Mistis

Foto: dok. Komunitas Wisata Mistis

Bagi yang “alergi” terhadap hantu-hantuan, wisata mistis mungkin sulit dipahami. Bagaimana ceritanya berekreasi dan mencari hiburan ke tempat-tempat yang konon dihuni hantu? Wisata mistis ini memang bukan buat mereka.

“Komunitas ini kami dirikan pada 10 April 2011 dan dimulai dari forum Kaskus. Ternyata banyak warga Bandung yang ingin bertualang di tempat yang angker sekaligus memiliki nilai sejarah,” kata Dady Setiadi Suarsa, Ketua Komunitas Wisata Mistis.

Salah satu objek tujuan Komunitas Wisata Mistis adalah gua Belanda di Taman Hutan Raya, Dago Pakar, Bandung. Pada masa penjajahan Belanda, area perbukitan di Dago Pakar dimanfaatkan militer Hindia Belanda untuk membangun tempat perlindungan dari serangan musuh sekaligus pusat komunikasi rahasia di antara sesama tentara Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, gua Belanda dialihfungsikan menjadi tempat penyimpanan mesiu. 

Di balik nilai sejarah gua Belanda, ada banyak cerita mistis di dalamnya. Ada pengunjung yang mendengar suara langkah kaki tentara. Ada pula yang mendengar suara jeritan amat memilukan. Selain itu, ada sebuah mitos bahwa pengunjung tidak boleh menyebutkan kata “lada”. Sebab, kata lada merupakan sebutan untuk leluhur yang sangat dihormati di daerah itu.

Foto: dok. Komunitas Wisata Mistis

“Sebetulnya yang ingin kami edukasikan adalah soal fakta dari mitos. Kadang nggak semua mitos itu benar. Seperti yang di Dago Pakar ini, sebetulnya nggak ada apa-apa. Tetapi ada hubungannya dengan kepercayaan dan budaya masyarakat setempat,” kata Dady.

Banyak tempat memang tak seseram cerita-cerita yang beredar dari mulut ke mulut. Tapi ada pula, kata Dady, beberapa tempat yang benar-benar ada “penunggu”-nya. Demi faktor keamanan, setiap ekspedisi yang minimal terdiri atas 20 orang ini akan ditemani oleh tim metafisik. Mereka terdiri atas para indigo atau ahli spiritual yang punya kemampuan lebih untuk melihat dan berkomunikasi dengan makhluk gaib.

Menurut Ridky Budiman, salah satu anggota tim metafisik Komunitas Wisata Mistis, macam-macam penampakan saat melakukan ekspedisi sering ia temui. Meski tak semua memiliki niat mengganggu, ada satu-dua kejadian yang sempat membuat tim metafisik kewalahan. Suatu kali, mereka menginap di sebuah vila di Lembang, Bandung. Ketika seluruh peserta tengah terlelap, secara ajaib tubuh Dady berpindah dari lantai dua ke lantai satu. 

Saat ditemukan, Dady telah terbungkus selimut di bawah ranjang kayu. “Waktu mau dikeluarin, badan Dady berat banget. Ternyata yang saya lihat, ada penunggu minta tumbal dan dia minta Kang Dady sebagai tumbal,” Ridky bercerita. Untungnya, kejadian ini dapat diatasi oleh tim metafisik sehingga tak melukai Dady.

Foto: dok. Komunitas Wisata Mistis

Untuk mengantisipasi kejadian semacam ini, peserta yang juga memiliki ilmu spiritual dilarang menggunakannya. Peserta juga harus tunduk pada peraturan lokasi wisata yang dikunjungi. “Karena tujuan peserta ini berbeda-beda. Ada yang benar mau memacu adrenalin saja, ada juga yang mau cari benda pusaka. Itu yang berbahaya,” kata Ridky.

Peserta Komunitas Wisata Mistis ini rupanya tak hanya diminati warga lokal, beberapa kali peserta dari luar negeri juga hadir. Belum lama ini ada seorang warga negara Belanda yang jauh-jauh terbang ke Indonesia hanya untuk mengikuti wisata mistis di Bandung. Di sejumlah negara, banyak tempat mistis jadi tujuan wisata yang lumayan populer, misalnya hutan Aokigahara di Jepang, rumah di Ocean Avenue 112, Amityville, Long Island, Amerika Serikat, dan La Isla de las Muñecas, Meksiko. Ada yang mau coba?


Reporter/Redaktur: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Intermeso mengupas sosok atau peristiwa bersejarah yang terkait dengan kekinian.

SHARE