INTERMESO

Menelusuri Harta Terpendam Escobar

Konon, dulu Pablo Escobar punya harta miliaran dolar AS alias triliunan rupiah. Dia pernah membakar bergepok-gepok uang untuk api unggun.

Pablo Escobar, diperankan oleh Andres Parra, dalam serial Pablo Escobar, Boss of Evil

Foto: Caracol Television

Jumat, 5 Januari 2018

Saat membeli rumah bercat merah jambu di Jalan North Bay, Miami, pada 2014, Christian de Berdouare dan istrinya, Jennifer Valoppi, tahu betul rumah itu bukan rumah biasa. Juragan restoran Chicken Kitchen itu membeli rumah besar tersebut dengan harga US$ 10 juta atau sekitar Rp 135 miliar.

Meski harganya sangat mahal, Christian dan Jennifer tak berniat mempertahankan rumah lama tersebut. Mereka membeli rumah itu untuk diruntuhkan dan dibangun kembali. Tapi mereka tak mau asal merobohkan rumah itu. Mereka menyewa jasa konsultan untuk memindai seluruh dinding rumah itu sebelum diruntuhkan. 

“Kami menyewa jasa tim dan semua tenaga ahli yang dibutuhkan, dilengkapi dengan alat-alat pemindai dan sejenisnya, untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang tersembunyi di dalam dinding…. Bisa saja ada uang tunai, emas, perhiasan, bahkan mungkin mayat,” kata Christian, dikutip Daily Mail, setahun lalu.

Tindakan juragan restoran ini tak lebay mengingat siapa pemilik rumah itu bertahun-tahun lalu. Kurang-lebih 30 tahun lalu, pemilik rumah merah jambu itu adalah Pablo Emilio Escobar Gaviria, bandar narkotika terbesar sepanjang sejarah. Sehari setelah ulang tahunnya yang ke-44, Pablo Escobar tewas ditembak polisi Kolombia di Kota Medellin pada 2 Desember 1993. 

Pablo Escobar sudah mati hampir seperempat abad silam. Tapi kisah Escobar tak lantas terkubur bersama mayatnya. Ada banyak buku ditulis soal Escobar. Ada banyak film diangkat dari kisah pendiri kartel Medellin itu. Baru beberapa pekan lalu, kanal Discovery Channel mulai menayangkan serial Finding Escobar’s Millions. Di serial ini, Discovery membuntuti dua mantan agen Dinas Intelijen Amerika Serikat (CIA), Doug Laux dan Ben Smith, menelusuri jejak harta Escobar.

Pablo mendapatkan banyak sekali uang dan setiap tahun kami menghapus sekitar 10 persen dari pendapatan karena uang itu dimakan tikus atau terendam air atau hilang.”

Roberto Escobar, kakak Pablo Escobar

Pablo Escobar, tengah memegang bola.
Foto : BusinessInsider

Pada masa jayanya, pada pertengahan hingga akhir 1980-an, Pablo Escobar benar-benar bermandi uang dari bisnis kokain. Setiap bulan dia menyelundupkan puluhan ton kokain ke Amerika Serikat. Beberapa kali majalah Forbes menempatkannya dalam daftar orang-orang paling tajir sedunia. Namanya duit haram, tentu susah menghitung berapa banyak persisnya harta Escobar. Tapi, menurut penaksiran majalah Forbes pada 1989, harta Escobar tak kurang dari US$ 3 miliar atau Rp 40,3 triliun dengan nilai tukar hari ini.

Benarkah Pablo Escobar punya kekayaan sebesar itu? Jika tulisan Roberto Escobar jadi rujukan, bisa jadi kekayaan Pablo lebih besar dari angka yang dimuat majalah Forbes. Roberto bukan hanya kakak kandung Pablo, tapi dia juga orang yang dipercaya Pablo Escobar untuk mengelola sebagian duitnya. Dalam bukunya, The Accountant's Story: Inside the Violent World of the Medellin Cartel, Roberto menulis, duit dari hasil penjualan kokain terus mengucur sampai mereka kewalahan mengelolanya.

Lantaran kecepatan mereka ‘mencuci’ duit kokain itu kalah cepat dari datangnya duit, bergepok-gepok uang tunai itu mereka simpan di banyak tempat. Tak sedikit duit yang hilang. “Pablo mendapatkan banyak sekali uang dan setiap tahun kami menghapus sekitar 10 persen dari pendapatan karena uang itu dimakan tikus atau terendam air atau hilang,” Roberto menulis. Bahkan, saking banyak duit tunai, menurut Roberto, setiap bulan mereka menghabiskan rata-rata US$ 2.500 atau Rp 33,5 juta hanya untuk membeli plester pengikat uang.

Kepada majalah Don Juan beberapa tahun lalu, Sebastián Marroquín alias Juan Pablo Escobar, anak laki-laki Pablo, menuturkan kisahnya saat ada dalam pelarian bersama sang ayah. Suatu kali, mereka berada di hutan dan adik perempuannya, Manuela Escobar, meringkuk kedinginan. Untuk menghangatkan tubuh anak perempuannya, Pablo sama sekali tak sayang menjadikan bergepok-gepok duitnya untuk menyalakan api unggun. 

* * *






Pablo Escobar
Foto : dok.keluarga Pablo Escobar via The Influence

Roberto Escobar menulis dalam bukunya, Escobar: The Inside Story of Pablo Escobar, The World's Most Powerful Criminal, sejak kecil adiknya memang bercita-cita menjadi orang kaya. Lahir di keluarga miskin—ayahnya petani dan ibunya seorang guru—Pablo selalu ingin punya banyak duit.

“Tunggu sampai aku dewasa, Mama. Aku akan memberikan semuanya untukmu…. Saat umurku 20 tahun nanti, aku akan punya duit jutaan dolar. Jika gagal, aku akan bunuh diri,” Roberto mengutip kata-kata yang sering diucapkan adiknya. Tak cuma ingin kaya-raya, menurut Roberto, adiknya, meski tak lulus kuliah, juga punya ambisi sangat besar: ingin jadi Presiden Kolombia.

Satu dari cita-cita Pablo itu jadi kenyataan. Sebelum mati ditembak, Pablo Escobar hidup bergelimang dolar. Tapi, saat Pablo mati, jika benar dia sekaya yang dituturkan Roberto, sebagian besar uang Pablo Escobar hilang tak tentu rimbanya. Sebagian besar harta Pablo yang terlacak, disita pemerintah Kolombia.

Juan Pablo Escobar, menulis dalam bukunya, Pablo Escobar: My Father, setelah ayahnya tewas ditembak dan dimakamkan, dia bersama ibu dan adiknya tinggal di sebuah hotel di Bogota dengan pengawalan sangat ketat oleh tentara Kolombia. Demi pertimbangan keamanan, mereka menyewa satu lantai penuh, lantai 29. Yang jadi soal, ibunyalah yang harus membayar semua tagihan.

Pablo Escobar, diperankan oleh Andres Parra, dalam serial Pablo Escobar, Boss of Evil
Foto : Caracol Television

Repotnya, duit di tangan sang ibu, Maria Victoria Henao, makin hari makin tipis. Lantaran makin terdesak kebutuhan, Juan ingat pesan ayahnya bertahun-tahun silam. Kala itu, Pablo Escobar sudah jadi buruan pemerintah Kolombia dan Amerika Serikat. Kepada anak laki-lakinya, Pablo berbisik, dia telah menyiapkan duit jika keluarganya ada dalam kondisi darurat.

Duit dalam dua kotak besar itu, kata Pablo, lebih dari cukup untuk menghidupi keluarganya dan orang-orang kepercayaannya. Menurut Pablo, hanya dia, Juan, dan satu orang kepercayaannya, ‘Fatty’ Lambas, yang tahu di mana duit itu disimpan. Selain duit dalam dua kotak besar itu, Pablo menitipkan uang sebesar US$ 6 juta kepada kakaknya, Roberto.

Di mana-mana, duit selalu jadi sumber sengketa. Juan menuturkan, dia mempercayakan pengurusan uang peninggalan ayahnya itu kepada salah satu bibinya, Alba Marina. Tapi duit itu menguap di jalan. Kepada Juan, Fatty menuturkan, dia membantu Alba mengangkut kotak-kotak uang itu ke mobil. 

“Tapi sejak itu aku tak pernah mendengar lagi kabar dari dia,” kata Fatty. Menurut Juan, Alba bercerita uang dalam kotak itu jumlahnya tak seberapa. “Itu bohong,” ujar Fatty membantah. “Aku membantunya mengangkat kotak-kotak itu ke mobilnya. Semua kotak itu penuh dengan uang. Aku bersumpah, bibimu sudah mengambil semuanya.”

Grafiti Pablo Escobar
Foto : Mirror

Tak jelas benar ada berapa banyak uang dalam kotak peninggalan Pablo Escobar itu. Tapi para pemburu harta karun percaya, masih ada banyak sekali harta Pablo Escobar terkubur dan tersembunyi di luar sana. “Mencari harta Escobar di Kolombia bak kamu menyepak sarang lebah sekuatnya…. Bahayanya sangat besar, bahkan kamu bisa saja terbunuh,” kata Doug Laux, dikutip Mirror beberapa pekan lalu.


Redaktur/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE