INTERMESO

Bisa Karaoke
di Perjalanan Mudik Lebaran

Ingin pulang kampung dengan kendaraan mewah? Siapkan dana puluhan juta rupiah bila Anda ingin menikmatinya.

Foto : indorailtour

Kamis, 14 Juni 2018

Puluhan mobil mewah sudah disiapkan Bambang, pemilik Sembodo Rent Car, untuk disewakan kepada pemudik pada 2018 ini. Deretan mobil tersebut sudah melewati proses perawatan supaya fit saat melintasi jalur mudik.

Sejak 2016, Bambang memang berfokus menyewakan mobil-mobil mewah, termasuk menyewakannya kepada para pemudik yang ogah repot dan menginginkan mudik dengan nyaman plus penuh kemewahan.

Rupanya animo masyarakat terhadap penyewaan mobil mewah untuk mudik sangat tinggi. Terbukti, dua pekan sebelum Lebaran 2018, setidaknya ada 18 calon penyewa yang sudah membayar uang muka.

Deretan mobil mewah yang sudah dipesan antara lain Toyota Alphard facelift 2018, 2 unit Toyota Alphard Transformer, 2 unit Honda CR-V Turbo, 1 unit Toyota Fortuner VRZ, dan 1 unit Mitsubishi Pajero Dakar Ultimate.

Adapun tujuan mudik para penyewa rata-rata adalah Jawa Tengah, seperti Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Ada juga yang ke daerah Jawa Barat, seperti Bandung, bahkan ada yang ke Sumatera. Untuk penyewa yang akan membawa mobil ke Sumatera, Bambang harus membuat perjanjian khusus. Soalnya, wilayah yang ditetapkan perusahaannya selama ini hanya Jawa.

Unit Alphard dan Mercedes yang disewakan
Foto : Agung Pambudhy/detikcom


Kita hanya mencoba meminimalisasi risiko pencurian atau perampasan mobil. Sebab, menyewakan mobil reguler dan mobil mewah punya risiko yang sama.”

“Jumlah penyewa tahun ini meningkat. Mungkin karena liburan lebih panjang dan jalan tol Jawa sudah banyak yang terhubung,” demikian alasan Bambang saat berbincang dengan detikX di tempat rental mobilnya, Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Pancoran, belum lama ini.

Untuk menyewa mobil mewah tersebut, pemudik tentu harus siap merogoh kocek cukup dalam. Misalnya mobil Alphard, tarif sewa selama 10 hari di bulan Ramadan Rp 22-26 juta untuk Alphard facelift keluaran 2018.

Namun, dengan harga tersebut, penyewa dipastikan bakal mendapatkan kenyamanan saat mudik sekalipun terjebak kemacetan. Sebab, fitur-fitur yang dimiliki mobil mewah sangat memanjakan penumpang.

Sekalipun yang disewakan mobil berkelas, Bambang juga memiliki opsi lepas kunci untuk penyewanya. Namun perusahaan akan meminta syarat sejumlah kartu identitas, berupa KTP suami-istri, kartu keluarga, surat izin mengemudi, serta pajak bumi dan bangunan rumah. Bahkan, jika perusahaan kurang yakin, si penyewa akan dimintai mutasi rekening koran.

“Kita hanya mencoba meminimalisasi risiko pencurian atau perampasan mobil. Sebab, menyewakan mobil reguler dan mobil mewah punya risiko yang sama,” tutur Bambang.

Selain mobil pribadi mewah, pemudik rupanya juga banyak yang memilih mudik bersama keluarga dengan menyewa bus premium. Seperti dikatakan Maria Lihawa, Vice President Central Operation Blue Bird. Sejak dua minggu sebelum Lebaran, tiga bus premium milik perusahaannya sudah full booked hingga H+7 Lebaran.

Maria Lihawa, Vice President Central Operation Blue Bird
Foto : Gresnia/detikX

Dari pantauan detikX, bus premium tersebut produksi Mercedes-Benz dengan karoseri perusahaan dalam negeri. Bus tersebut memiliki 12 kursi first class layaknya di pesawat terbang. Di bagian belakang terdapat sofa berwarna krem yang posisinya berhadapan dengan kapasitas duduk enam orang.

Di dalam kabin juga terdapat minibar, dapur, toilet, serta perangkat audio dan video. Dengan kata lain, pemudik yang menyewa bus premium semacam ini bisa tetap nyaman selama perjalanan mudik, apalagi bisa berkaraoke ria bersama keluarga di tengah perjalanan.

Biaya sewa untuk bus premium tersebut, menurut Maria, Rp 9,2 juta per hari. “Kalau ke Jawa Timur biasanya sewa tiga hari,” kata Maria. Namun harga tersebut dianggap Maria cukup terjangkau karena pemudik bisa berpatungan dengan anggota keluarga yang lain. Bus tersebut bisa menampung banyak orang.

Bis Premium Blue Bird

Suasana dalam kabin Bis Premium Blue Bird

Dijelaskan Maria, animo masyarakat yang mudik menggunakan bus premium cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pemesanan setiap musim mudik Lebaran sejak armada bus premium itu diluncurkan pada 2012.

Keunggulan lain bus premium tersebut, para penumpang tidak perlu repot-repot pergi ke pool bus atau terminal. Sebab, mereka akan diantar dan dijemput. Meski demikian, Blue Bird enggan membatasi bus premium itu hanya untuk keperluan mudik. Sebab, bus tersebut bisa disewa untuk kepentingan apa pun. Bahkan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan pernah menyewa bus tersebut saat melakukan safari politik di wilayah Jawa Timur.

Selain menyiapkan armada bus premium, Grup Blue Bird lewat anak usahanya, Golden Bird, menyediakan mobil-mobil premium, seperti Toyota Alphard, Toyota Camry, dan Mercedes-Benz. Bahkan armada mobil premium Golden Bird pernah dipakai rombongan Raja Salman dari Arab Saudi saat berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Golden Bird juga jadi official transportation untuk pertemuan IMF dan World Bank di Bali pada Oktober 2018.

Seat penumpang bis premium Blue Bird
Foto : Gresnia/detikX

Rupanya bukan hanya mobil mewah dan bus premium yang jadi incaran para pemudik di Pulau Jawa. Kereta mewah pun menjadi sasaran keluarga kelas atas untuk dipakai mudik. Jangan heran jika gerbong kereta wisata yang disiapkan PT Kereta Api Indonesia ludes dipesan menjelang dan sesudah Lebaran.

Pejabat Humas PT Kereta Api Pariwisata Evi Sarifah mengatakan kereta wisata diperkenalkan ke publik sejak 2010. Saat itu hanya ada tiga gerbong, yakni Kereta Nusantara, Kereta Bali, dan Kereta Toraja.

Namun, karena animo masyarakat begitu besar terhadap kereta wisata tersebut, saat ini PT KAI menyiapkan 15 gerbong. Ada tujuh tipe kereta wisata, antara lain tipe Bali dengan kapasitas 20 orang, Toraja 22 orang, Nusantara 19 orang, Jawa 22 orang, Sumatera 22 orang, Imperial 20 orang, dan Priority 28 orang.

Di antara jajaran kereta wisata yang dimiliki PT KAI, hanya kereta tipe Nusantara dan Jawa yang dilengkapi tempat tidur. Gerbong ini biasanya digunakan pemudik atau penumpang tujuan jarak jauh, seperti Malang atau Surabaya.

Gerbong kereta wisata tersebut terhubung dengan rangkaian kereta reguler yang ada. Yang membedakan adalah fasilitas serta tingkat kenyamanannya. “Namun, jika ingin carter, bisa ke mana saja sesuai permintaan penumpang. Nah, kalau yang perseorangan, kita sudah tentukan jadwalnya, setiap minggu berangkat. Misalnya Argo Parahyangan setiap hari berangkat,” ujar Sarifah.

Bagian dalam gerbong kereta api wisata
Foto : Ray Jordan/detikcom

Pada masa mudik Lebaran, PT KAI mematok tarif Rp 19.250.000 untuk carter satu gerbong kereta wisata rute Jakarta-Bandung, Rp 28.600.000 untuk tujuan Yogyakarta, dan Rp 31.900.000 untuk tujuan Malang atau Surabaya.

Ditambahkan Sarifah, selama ini yang menyewa kereta wisata untuk mudik Lebaran umumnya keluarga. Ada pula komunitas, misalnya teman sekantor atau kumpulan-kumpulan lain. Kereta wisata yang paling sering dicarter selama ini adalah tujuan Yogyakarta, Purwokerto, dan Surabaya.


Reporter/Penulis: Ibad Durohman, Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE