INTERMESO

PEREMPUAN YANG BICARA 12 BAHASA

Vremita sudah menguasai sembilan bahasa asing saat lulus SMA di Yogyakarta. Salah satu kuncinya, belajar bahasa serumpun.

Ilustrasi
Foto: Nabil Idrisi

Sabtu, 9 Juni 2018

Jika hidup di Marvel Universe, Vremita Desectia Amretasari bisa bikin komunitas bersama Captain Amerika, Tony ‘Iron Man’ Stark, Wolverine, Nightcrawler, Kitty Pryde, Beast, dan Magneto. Vre, dia biasa disapa, tentu saja tak punya cakar baja dan kemampuan sembuh dari luka seperti Wolverine atau kekuatan super ala Captain America dan Magneto.

Satu-satunya kemampuan ‘super’ Vre yang serupa dengan para superhero Marvel Comics itu hanyalah kemampuan menguasai banyak bahasa. Dalam soal satu ini, Vre tak kalah dari semua superhero Marvel. Vre tak hanya bisa berbicara dalam bahasa Inggris seperti kebanyakan orang. Dia bahkan menguasai lebih dari 12 bahasa asing.

Ada banyak hal, banyak kejadian, yang jadi pemacu Vre untuk mempelajari bahasa baru. Beberapa tahun silam, Vre menjalin hubungan pertemanan dengan seorang warga Bosnia. Mengetahui minat Vre akan bahasa asing, temannya itu pun mengajaknya menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Bosnia. Merasa tertantang, Vre lantas mengunggah videonya di YouTube.

Komunitas Polyglot Indonesia
Foto: dok. Polyglot Indonesia

Sambil mengenakan blus berwarna biru serta rambut diikat ke belakang, Vre menyanyikan lagu berjudul Bosnom Behar Probeharao yang diciptakan oleh Dino Merlin. Di negara asalnya, Dino Merlin merupakan penyanyi sekaligus komposer lagu yang pernah menulis lagu kebangsaan pertama Bosnia dan Herzegovina. Tak ada raut keraguan di wajahnya saat menyanyikan lagu asing itu. Vre bernyanyi dengan lantang.

Dua belas jam setelah diunggah, video Vre bikin heboh di Bosnia. Video yang telah ditonton hampir 95 ribu kali itu mengundang decak kagum warga Bosnia. Akibat keisengannya itu, Vre menjadi topik hangat di berbagai media pemberitaan, mulai media cetak hingga televisi. “Ternyata lagu itu merupakan lagu populer orang Bosnia yang dinyanyikan saat ada acara olahraga. Dan mereka heran, kok orang nun jauh di sana bisa ya menyanyikan lagu Bosnia,” Vre, kini 28 tahun, menuturkan cerita ini dengan penuh tawa. Duta Besar Bosnia di Indonesia pun menyampaikan apresiasinya kepada Vre melalui sambungan telepon. Bahkan dia sempat mengajak Vre bertemu, tapi belum kesampaian.

Umumnya orang yang mahir bicara lebih dari empat bahasa akan menyandang status sebagai seorang polyglot. Sedangkan seorang ahli bahasa asal Inggris menggunakan istilah hyperpolyglot untuk orang seperti Vre, yang memiliki kemampuan menguasai bahasa lebih dari enam. Perihal banyaknya jumlah bahasa yang dikuasai masih menjadi perdebatan.

Kita sebagai orang Indonesia pasti akan lebih cepat mempelajari bahasa Melayu dibandingkan orang Amerika, yang sama sekali tidak tahu struktur bahasanya.”

Vremita Desectia Amretasari, hyperpolyglot asal Yogyakarta

Captain America, salah satu polyglot dalam Marvel Universe
Foto: dok. Rotten Tomatoes

Sebenarnya tak ada yang tampak istimewa dalam keseharian Vre. Yang beda hanyalah dia memakai waktu luangnya untuk mempelajari beraneka ragam bahasa. Vre juga tak melulu memilih bahasa utama dunia yang banyak dipakai orang, seperti Prancis, Italia, Rusia, maupun Spanyol. Namun Vre juga mempelajari bahasa asing dengan pengguna terbatas, seperti Cek, Yunani, Polandia, sampai Lithuania. Sementara itu, untuk bahasa daerah, selain bahasa Jawa, Vre pernah belajar bahasa Toba saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata atau KKN beberapa tahun silam.

“Dari sekian banyak bahasa yang aku pelajari, ada sebagian yang masih aktif aku pakai hingga saat ini. Misalnya Inggris, Denmark, atau Prancis. Karena kebetulan dalam bekerja juga masih saya gunakan,” kata Vre, yang pernah mengikuti program pertukaran pemuda 'Sunburst Youth Camp' di Singapura. Sedangkan ada beberapa bahasa yang sudah jarang Vre gunakan dalam aktivitasnya sehari-hari. “Seperti Cek, aku belajar otodidak saat usia 20 tahun. Lalu Turki aku ambil kursus saat usia 16 tahun.”

Minat Vre mempelajari bahasa asing mulai tumbuh saat ia menginjak usia 13 tahun. Salah satu faktor pendorongnya adalah peran orang tua, yang sama-sama berprofesi sebagai dosen. Ibunya bekerja sebagai dosen antropologi di bidang seni, sementara ayahnya merupakan doses sastra Inggris. Di perpustakaan rumahnya, Vre dengan mudah mendapatkan buku-buku berbahasa asing.

Awalnya Vre tertarik pada bahasa-bahasa negara Eropa, seperti Rusia dan Italia. Vre mempelajari bahasa Rusia sambil mendengarkan lagu dari kaset. Saat itu Vre suka mendengarkan lagu dari grup musik perempuan asal Rusia, t.A.T.u. Kadang dia iseng. Salah satu lagu favorit Vre, yaitu lagu You Raised Me Up yang dibawakan oleh Josh Groban, dia alihbahasakan ke dalam bahasa Prancis dan Italia.

Untuk mempelajari bahasa Italia, Vre pernah nekat mengikuti kuliah bahasa Italia di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Padahal saat itu ia masih berstatus siswi SMA Negeri 1 Yogyakarta. Berkat kegigihannya, sang dosen, Laura, mengizinkan Vre mengikuti kelasnya. Vre bahkan ikut dalam ujian akhir semester.

Lulus SMA, Vre ingin menekuni bahasa dengan mengambil jurusan Sastra Prancis Konsentrasi Linguistik UGM. Padahal orang tua Vre menginginkan dia memilih jurusan kedokteran. Vre membuktikan pilihannya tak salah. Dia berhasil lulus dengan predikat cum laude.

Vremita Desectia, hyperpolyglot asal Yogyakarta
Foto: dok. pribadi

Vre percaya, tak melulu soal bakat yang membuat orang menguasai banyak bahasa. “Saya rasa praktik dan usaha akan melebihi bakat yang dipunyai. Kalau beneran niat, kita pasti akan berusaha menguasai bahasa itu. Jadi nggak ada yang mustahil,” kata Vre, yang sudah menguasai sembilan bahasa asing saat lulus SMA.

Tidak semua bahasa ia pelajari secara otodidak. Ada beberapa bahasa yang juga ia pelajari di tempat kursus. Seperti bahasa Rusia, yang menurut Vre lebih menantang. Sedangkan untuk beberapa bahasa yang ia pelajari sendiri, salah satu trik menguasai bahasa dalam waktu singkat adalah dengan mempelajari bahasa yang memiliki kemiripan atau satu rumpun. Mempelajari bahasa yang mirip dapat menghemat waktu belajar. Bahasa satu rumpun memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda. Negara bertetangga juga biasanya memiliki kemiripan bahasa. Seperti bahasa Italia dan Spanyol, sama halnya dengan bahasa Indonesia dan Melayu.

“Kita sebagai orang Indonesia pasti akan lebih cepat mempelajari bahasa Melayu dibandingkan orang Amerika yang sama sekali tidak tahu struktur bahasanya. Dengan cara ini, kita bisa jadi seorang polyglot dalam waktu cepat,” kata Vre. Berkat kemampuannya menguasai banyak bahasa, dia kerap mendapatkan pekerjaan sebagai liaison officer untuk sejumlah konferensi UNESCO, ASEAN, dan rapat kementerian.

Selain kursus dan otodidak, Vre memanfaatkan keberadaan komunitas belajar bahasa seperti Polyglot Indonesia. Ia bergabung dengan Polyglot Indonesia sejak 2010. Dengan mengikuti komunitas semacam ini, Vre merasa mampu lebih cepat menguasai bahasa, terutama dalam hal percakapan karena ia memiliki lawan bicara.

Suatu kali ia pernah ditantang oleh seorang temannya untuk mempelajari bahasa Persia. Tak butuh waktu lama, dalam lima jam, Vre bisa berbicara dan memperkenalkan dirinya dalam bahasa Persia. Hasil percakapan monolog itu kembali ia unggah ke YouTube. Banyak yang tak menyangka Vre dapat menguasai percakapan Persia dalam tempo sesingkat itu. “Wow. Kamu bicara dalam bahasa Persia dengan sangat baik hanya dengan latihan selama lima jam. Saya yakin kamu akan buat banyak kemajuan jika belajar lebih dalam waktu lima bulan,” ujar Yusuf salah satu penonton di kolom komentar YouTube.


Reporter/Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo

[Widget:Baca Juga]
SHARE