INTERMESO


KETIKA DUA SUPERKAYA BERTEMU DI PELAMINAN

"Pernikahan bisa kami hentikan dan jamuan akan kami sita. Penyelenggara juga bisa kami jatuhi denda, bahkan bisa dipenjara."

Pesta pernikahan di India

Foto: dok. Getty Images

Senin, 10 Desember 2018

Bagi kebanyakan orang India, kehidupan Mukesh Dhirubhai Ambani barangkali seperti orang dari galaksi lain. Tak cuma jadi orang paling tajir di India, dia juga ada di urutan ke-19 orang terkaya di dunia, persis di atas posisi Jack Ma, pendiri Alibaba. Menurut taksiran majalah Forbes beberapa bulan lalu, Mukesh Ambani punya kekayaan US$ 44,3 miliar, kurang-lebih Rp 644 triliun.

Sebanyak apa duit milik keluarga Mukesh Ambani, kita orang biasa tentu sulit membayangkan. Seandainya saja Anda membelanjakan uang Rp 100 juta setiap bulan selama 50 tahun, Anda hanya akan menghabiskan Rp 60 miliar atau kurang dari sepersepuluh ribu harta milik Mukesh Ambani.

Namanya orang superkaya, hidupnya tentu juga tak seperti orang biasa. Rumah pribadinya di Altamount Road, Cumballa Hill, Mumbai, adalah rumah paling mahal di dunia. Nilai ‘Gedung Antilia’ tempat keluarga Mukesh Ambani tinggal itu ditaksir lebih dari US$ 2 miliar atau Rp 29 triliun. Harga rumah 27 lantai dengan garasi yang bisa menampung 168 mobil tersebut hanya kalah dari Istana Buckingham di Inggris.

Pengusaha India Mukesh Ambani bersama istrinya, Nita Ambani
Foto: dok. Getty Images

Sekarang Mukesh hendak mantu, menggelar pesta pernikahan untuk putrinya, Isha Ambani, pada Rabu, 12 Desember 2018. Isha, 27 tahun, akan menikah dengan Anand Piramal. Keluarga Anand juga sangat tajir. Ayahnya, Ajay Piramal, merupakan pengendali Grup Piramal, konglomerasi di industri farmasi, kaca, properti, dan keuangan. Dua keluarga superkaya jadi satu, sudah pasti pesta pernikahannya bakal lain dari yang lain.

Kabarnya, tamu-tamu dari seluruh penjuru dunia didatangkan dengan 100 penerbangan sewaan. Di antara tamu yang datang, Hillary Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat; Martin Sorrell, pendiri WPP Group; Bob Dudley, CEO BP; Arianna Huffington, pendiri Huffington Post; James Murdoch, bos 21st Century Fox ; ‘Raja Baja’ dari India, Lakshmi Mittal; dan Khalid al-Falih, bos Aramco Group dan Menteri Energi Arab Saudi.

Memang betul banyak sekali yang terbuang saat pesta karena banyak sekali makanan disajikan dan kemampuan orang melahap hidangan juga terbatas."

Pesta itu sudah dimulai pada Ahad lalu di Udaipur, kota kecil yang romantis di negara bagian Rajashtan. Untuk memeriahkan pesta, didatangkan penyanyi kondang dari Amerika Serikat, Beyonce Knowles. Bintang-bintang Bollywood, seperti Shah Rukh Khan, Aishwarya Rai, Amir Khan, dan Priyanka Chopra, ikut berjoget, menyemarakkan pesta sangeet, pesta pranikah, di Udaivilas, hotel di tepi Danau Pichola, untuk Isha Ambani dan Anand Piramal.

Keluarga Mukesh Ambani menutup rapat detail acara pernikahan Isha. Tak diketahui pula berapa besar duit yang dikeluarkan Mukesh untuk pernikahan putrinya. Yang pasti nilainya tak kecil. Satu kamar paling murah di Udaivilas, harga menginap per malamnya sekitar Rp 14 juta. Tapi semua biaya itu tentu saja tak akan membuat Mukesh Ambani jatuh miskin.

Upacara pernikahan di India
Foto: dok. Getty Images

Tak di Mumbai, tak di Shanghai, tak di Surabaya, tak di Moskow, sudah biasa orang kaya bikin pesta luar biasa. Dua tahun lalu, raja minyak Rusia, Mikhael Gutseriev, menikahkan putranya, Said Gutseriev. Konon, biaya pernikahan Said dengan Khadija Uzhakhovs itu menembus US$ 1 miliar atau lebih dari Rp 14 triliun. Meski tak 'segila' Mikhael Gutseriev, pesta yang digelar Gali Janardhana Reddy, politikus sekaligus pengusaha asal Karnataka,  India, untuk merayakan pernikahan putrinya, Brahmani Reddy, dengan Rajeev Reddy tak kalah mewahnya. Rajeev kebetulan juga anak seorang pengusaha kaya dari Hyderabad, Vikram Reddy.

Selama lima malam berturut-turut, keluarga Reddy menjamu sekitar 50 ribu tamu di halaman Istana Bengaluru yang telah disulap menyerupai istana pada masa Kekaisaran Vijayanagara. Segala hal pada pesta ini memang luar biasa. Kartu undangan dilapisi emas dengan layar LCD. Baju sari yang dikenakan Brahmani bertabur berlian. Ada sekitar 3.000 pengawal yang berjaga mengawal pesta itu. Konon, inilah pesta pernikahan termahal di India. Janardhana Reddy kabarnya menghabiskan US$ 74 juta atau hampir Rp 1,1 triliun untuk pesta itu di Kota Bangalore tersebut.

Di India, menurut Rajneesh Yadav, Direktur lembaga sosial Free the Slaves, ada tiga peristiwa dalam hidup yang harus dirayakan dengan sepenuh hati: kelahiran, pernikahan, dan kematian. “Mereka yang menolak merayakannya akan dianggap sebagai ‘kelainan’ dalam masyarakat,” kata Rajneesh kepada Hindustan Times beberapa waktu lalu. Kadang, demi merayakan pernikahan atau memperingati kematian, mereka yang tak punya cukup uang terpaksa berutang. Tapi lain soal bagi keluarga kaya seperti Mukesh Ambani atau keluarga Mittal.

Namun tetap saja pesta-pesta mewah di negara seperti India yang masih banyak sekali orang-orang hidup melarat membuat orang bersuara miring. “Memang betul banyak sekali yang terbuang saat pesta karena banyak sekali makanan disajikan dan kemampuan orang melahap hidangan juga terbatas,” ujar Neeti Bhargava, pemilik perusahaan jasa pernikahan Mystical Moments, kepada Guardian. Tapi, bagaimanapun, duit itu milik mereka yang punya. “Kalian tak bisa mengatur mereka.”

Perayaan perkawinan di India
Foto: dok. Getty Images

Meski kecil kemungkinan bakal lolos jadi undang-undang, beberapa anggota parlemen India, seperti Ranjeet Rajan, berusaha menghentikan pamer kekayaan saat pesta pernikahan. Dia mengusulkan peraturan pembatasan dalam menyelenggarakan pesta perkawinan. “Tujuan peraturan ini adalah mencegah pameran kekayaan dan segala macam penghamburan uang untuk upacara pernikahan,” kata Ranjeet, dikutip ZeeNews, beberapa waktu lalu. Usul Ranjeet dua tahun lalu itu kini tak terdengar lagi kabarnya.

Tujuan peraturan ini adalah mencegah pameran kekayaan dan segala macam penghamburan uang untuk upacara pernikahan."

Namun ada satu negara bagian India yang sepaham dengan ide Ranjeet. Pada Februari 2017, pemerintah negara bagian Jammu Kashmir mengesahkan peraturan soal pesta perkawinan. Menurut peraturan itu, tamu untuk pesta pertunangan dibatasi maksimum 100 orang. Sementara itu, untuk pesta perkawinan, jumlah tamu yang diperkenankan maksimum 500 orang dengan jumlah menu paling banyak 14 hidangan, yakni 7 jenis masakan biasa dan 7 jenis hidangan vegetarian.

“Selama beberapa bulan terakhir kami menerima banyak kritik soal pesta pernikahan keluarga-keluarga kaya,” kata Chowdhary Zulfikar Ali, Menteri Negara Pangan dan Hubungan Konsumen, kepada Today. Seperti biasa, yang jadi soal adalah bagaimana menegakkan peraturan itu. Bagi mereka yang melanggar, Zulfikar mengancam, pemerintah negara bagian Jammu Kashmir akan menjatuhkan sanksi. “Pernikahan bisa kami hentikan dan jamuan akan kami sita. Penyelenggara juga bisa kami jatuhi denda, bahkan bisa dipenjara.”


Editor: Sapto Pradityo

[Widget:Baca Juga]
SHARE