INTERMESO


DEMI BLACKPINK

"Kalau ada berita buruk soal penyanyi favoritnya, mereka nggak terima. Pokoknya mereka sangat mendewakan idolanya"

Grup k-pop, BLACKPINK

Foto : YG Entertainment

Senin, 14 Januari 2019

Baru saja Jihan Rahmasari girang tak kepalang karena grup musik favoritnya, BLACKPINK,' bangun dari tidur panjang' setelah cuti lebih dari satu tahun. Tapi tak berselang lama, Jihan dikejutkan dengan kabar yang membuatnya merana. “Apa? BLACKPINK hiatus lagi?” Jihan membatin dalam hati.

Padahal BLACKPINK belum lama meluncurkan mini album pertama berjudul Square Up. Informasi itu dia dapatkan dari sebuah situs yang biasanya jadi andalan Jihan untuk segala hal yang berurusan dengan k-pop. Mendengar kabar itu, rasanya ibarat ditinggal pacar waktu lagi sayang-sayangnya.

Masih sulit percaya, Jihan membaca paragraf demi paragraf untuk mencari alasan grup beranggotakan empat perempuan dari Korea Selatan itu cuti lagi. Rupanya salah satu anggota BLACKPINK, Jennie, tertangkap basah oleh Dispatch tengah bermesraan tengah malam di taman bersama Kai, anggota dari boyband EXO. Dispatch adalah media yang hobinya membongkar 'skandal' selebritas-selebritas di Negeri Ginseng.

Kabar ini bukan isapan jempol belaka. Agensi yang menaungi Jennie, YG Entertainment, juga memberikan lampu hijau tentang hubungan keduanya itu. Pacaran sebenarnya hal yang dihindari dan kerap dilarang oleh agensi grup k-pop. Pertimbangannya agar para anggotanya bisa fokus dan tak teralihkan perhatiannya dari grup. Meski patah hati, Jihan masih sigap. Ia segera menyiarkan berita heboh ini di akun fanbase buatannya @blackpinknet, forum di internet yang sengaja Jihan buat untuk membagikan informasi seputar BLACKPINK.

Sesuai perkiraan Jihan, berita jedanya BLACKPINK langsung memancing banyak komentar. Namun tidak semua pengikutnya menelan kabar itu mentah-mentah. Mereka curiga jika berita yang Jihan siarkan cuma hoax belaka.

“Gawatnya setelah diuanggah aku baru sadar kalau berita yang aku baca itu penulisnya salah menerjemahkan. Setelah aku cek ke sumber aslinya ternyata isinya beda. Wah gimana nih aku bisa-bisa di-bully,” Jihan menceritakan pengalamannya menjadi pendiri sekaligus pengelola komunitas penggemar BLACKPINK, @blackpinknet_. Bagi penggemar grup k-pop 'garis keras' kesalahan Jihan tak termaafkan. “Mereka memang benar pacaran tapi nggak sampai cuti juga. Saat itu aku masih selamat karena nggak ada yang sampai maki-maki aku.”

BLACKPINK
Foto : YG Entertainment

Selama Jihan menjadi admin komunitas penggemar grup k-pop, sebetulnya kejadian salah berita semacam itu sangat jarang terjadi. Sehari-hari Jihan dibantu beberapa pengelola yang masih sekolah, bekerja layaknya kantor media online sungguhan. Bedanya, menjadi pengelola forum penggemar BLACKPINK ini tidak mendapatkan imbalan dalam bentuk apa pun. Mereka mau bekerja tanpa bayaran hanya karena satu alasan : demi BLACKPINK.

Bagi Jihan, pekerjaan sebagai pengelola forum seperti ini kadang makan hati, kadang bikin pusing tujuh keliling. Terutama menghadapi penggemar-penggemar yang cinta mati kepada k-pop  yang suka bertingkah 'aneh-aneh'. Tak jarang, di antara mereka yang ngamuk kalau bias-nya atau idolanya  tidak mendapatkan porsi pemberitaan seimbang dengan anggota grup atau kelopok k-pop lain. Mereka juga suka 'darah tinggi' kalau ada pemberitaan miring soal bias-nya.

Kalau aku membedakan dalam update, ada yang protes kok beritanya soal Jennie BLACKPINK terus. Padahal kan karena Jennie kebetulan lebih aktif dibanding anggota lain'

Ada pula penggemar  cewek yang mengaku suami dari  Jeon Jung-kook alias Jungkook, anggota grup BTS. Mereka biasanya ribut sendiri  dan menjadikan kolom komentar ajang perebutan 'suami' khayalan. Bagi yang asing dengan dunia k-pop, pertengkaran 'ajaib' seperti ini barangkali susah dimengerti. .

“Kalau ada berita buruk soal penyanyi favoritnya, biasanya mereka nggak terima. Pokoknya mereka sangat mendewakan idolanya," kata Jihan. Apa saja bisa dipersoalkan. "Kalau aku membedakan dalam porsi berita, ada yang protes kok beritanya soal Jennie BLACKPINK melulu. Padahal kan karena Jennie kebetulan lebih aktif dibanding anggota yang lain.“ Belum lama ini Jihan memenangkan hadiah nonton konser BLACPINK di Osaka, Jepang, yang diselenggarakan Detikcom bekerja sama dengan Seva.id.

Bukan cuma bertengkar dalam forum penggemar. Antara sesama penggemar grup k-pop juga kerap terjadi fan war di sosial media. Pertengkaran di sosial media ini kadang dipicu masalah sepele. Seperti fan war penggemar Jhope BTS dan Sungmin Super Junior. Mereka bersitegang hanya karena lagu mereka berjudul sama. Ada pula pertengkaran antara EXO-L dan ARMY sebutan untuk fans BTS. Dua fandom ini bisa berdebat semalam suntuk hanya untuk membahas soal posisi di tangga lagu, angka penjualan album, jumlah viewers video Youtube hingga kemenangan dalam acara penghargaan musik.

Bagi penggemar k-pop seperti Naufal Fasa, fase ribut antar penggemar ini seperti siklus yang wajib dilalui setiap orang yang mengaku pecinta k-pop. Terutama oleh mereka yang baru saja tercemplung dalam dunia k-pop. “Ada banyak contoh fandom yang sering berantem. Tapi tidak bisa dimungkiri, hal itu lah yang bikin seru selama jadi fans k-pop," kata mahasiswa Universitas Pertamina itu. Dulu, dia menyukai grup 2EN1, tapi kini beralih kepada BLACKPINK. "Emang fasenya begitu kalau suka Korea. Dulu waktu masih ngefans 2NE1, aku suka berantem dengan fans SNSD. Kalau dipikir-pikir kocak sih.”

Para penggemar BLACKPINK di Indonesia
Foto : fangroup Blackpink

Walaupun suka otot-ototan, mereka juga bisa kompak kalau ada orang lain menyerang anggota atau grup idola mereka. Rapper Young Lex pernah merasakan betapa repotnya adu urat dengan Blink, panggilan sayang untuk penggemar BLACKPINK. Young Lex diserang Blink karena 'tertangkap' mengucapkan kalimat kurang senonoh kepada Lisa, anggota BLACKPINK, dalam salah satu video yang dia unggah ke YouTube. Begitu juga ketika seorang ibu memboikot iklan BLACKPINK yang disiarkan salah satu marketplace Indonesia. Blink segera melancarkan serangan balik dengan membuat petisi tandingan.

Tapi ada kalanya komunitas penggemar ini bersatu menyokong proyek bagi sang idola. Salah satu proyek yang cukup terkenal misalnya subway ads atau iklan di stasiun-stasiun bawah tanah di Korea Selatan. Lewat proyek ini, komunitas atau penggemar perorangan bisa ikut saweran untuk ongkos pemasangan iklan di stasiun kereta bawah tanah. Papan iklan ini dipasang dalam rangka merayakan hari penting idol mereka. Seperti saat ulang tahun, peringatan debut, penerimaan penghargaan dan masih banyak lagi. Selain itu, tentu saja agar idola mereka makin ngetop.

Harga memasang iklan di ruang publik tentu tidak murah, apalagi jika dipasang di titik-titik strategis. Nadya Rahmatul Fadillah, ketua fanbase @BLACKPINK_INA pernah mengikuti patungan semacam ini. Ia bekerja sama dengan komunitas resmi penggemar BLACKPINK di Korea Selatan untuk menyalurkan uang patungannya.

“Kalau dari Indonesia mau nyumbang harus lewat komunitas resmi yang ada di Korea. Pertama kali aku ikut donasi Rp 1 juta untuk BLACKPINK. Walaupun jumlahnya nggak sebanyak fans lain, tapi aku senang bisa ngasih surprise buat idola kami,” kata Nadya. Namun mulai tahun 2019, pemerintah Korea Selatan melarang pemasangan iklan semacam ini di stasiun kereta.

Di Indonesia, grup BLACKPINK juga punya sebuah komunitas yang terdiri dari gabungan banyak fanbase Blink. Mereka yang tergabung dalam @blinkinaunion juga beberapa kali mengadakan kegiatan untuk sang idola. Salah satu acara terbesar yang mereka selenggarakan setahun silam yaitu acara kumpul besar-besaran khusus pecinta BLACKPINK. Mereka kompak mengadakan kegiatan kumpul-kumpul ini di 9 kota besar di Indonesia. “Waktu itu kami yang di Jakarta sampai sengaja sewa kos untuk menampung bingkisan yang bakal disebar di 8 kota lain,” kata Naufal, salah satu peserta @blinkinaunion.

Saat ini mereka juga sedang sibuk mempersiapkan kejutan untuk menyambut konser BLACKPINK In Your Area yang bakal diselenggarakan pada 19-20 Januari besok di ICE, BSD City, Tangerang Selatan. Salah satunya dengan mengumpulkan uang donasi untuk rangkaian hadiah sambutan dalam bentuk hand banner, kue sambutan dan standing flower. “Kami sudah berhasil mengumpulkan sekitar Rp 20 juta untuk proyek ini dan masih akan bertambah selama donasi masih dibuka,” kata Naufal.


Reporter/Penulis: MELISA MAILOA
Editor: SaptoP

[Widget:Baca Juga]
SHARE