INTERMESO

Benaarkah Bruce Lee Mati Karena Feng Shui?

Bruce Lee masih muda, sangat doyan olah raga, dan ketat menjaga makanannya. Bagaimana dia bisa mati mendadak?

Patung Bruce Lee di Hong Kong

Foto : Getty Images

Selasa, 05 Februari 2019

Saat itu tak ada yang kenal nama Jackie Chan. Dia masih 'anak bawang' di dunia film. Jackie yang masih remaja, belum 20 tahun, hanya mendapat jatah peran-peran figuran alias sekadar numpang lewat. Tapi dia tak peduli. Yang penting bagi Jackie, dia bisa dekat dengan sang idola, Bruce Lee

Memakai nama Chan Yuen Lung, Jackie bekerja sebagai pemeran pengganti dalam dua film Bruce Lee, Fist of Fury dan Enter the Dragon. "Aku mengagumi Bruce Lee. Dia banyak memengaruhiku....Bagaimana dia bicara. Bagi banyak orang, dia seperti dewa," kata Jackie beberapa bulan lalu kepada South China Morning Post.

Meski karier filmnya sangat singkat, hanya sempat bermain di lima film dan mati muda, nama Bruce Lee menjulang tinggi.Tak cuma di Asia, tapi juga di Hollywood.Menurut Jackie, orang-orang menaruh hormat kepada Bruce Lee tak hanya lantaran dia orang terkenal, tapi terutama lantaran sikapnya. Bruce Lee, dia mengenang, memperlakukan semua pekerja film setara dengannya. Dia makan bersama dan berbincang dengan para awak film.

"Dia memperlakukan kami, para pekerja rendahan ini dengan sangat baik. Suatu kali, aku cedera saat pengambilan gambar dan dia buru-buru menghampiri dan bertanya, 'Apakah kamu baik-baik saja?'" Jackie menuturkan kisahnya saat bekerja untuk film Fist of Fury pada awal 1970-an. "Padahal saat itu aku hanya seorang remaja tanggung tak punya nama, sementara dia seorang bintang besar."

Peluncuran patung perunggu Bruce Lee di Hong Kong pada 2005
Foto : Getty Images

Bruce Lee alias Lee Jun-fan lahir di Chinatown, San Francisco, California, pada 27 November 1940. Orang tuanya, Lee Hoi-chuen dan Grace Ho, datang dari Hong Kong. Dari garis ibunya, Bruce Lee sebenarnya berasal dari keluarga kaya raya. Ibunya merupakan keponakan Robert Ho Tung, salah satu orang terkaya di Hong Kong kala itu. Saudara sepupu, Bruce Lee, Stanley Ho, kini merupakan raja kasino di Makau. Ibunya, Grace Ho, memilih memilih meninggalkan Hong Kong dan rela dicoret dari daftar pewaris keluarga demi menikah dengan ayahnya, Lee Hoi-chuen, seorang pemain opera

Sejak masih remaja, Bruce sudah doyan berkelahi dan belajar bela diri. Dia belajar langsung dari grandmaster wing chun, Yip Man, dan Wong Shun Leung.Tak cuma terus menempa kemampuan bela dirinya, Bruce juga tergila-gila dengan kebugaran dan pola hidup sehat. Dia tak merokok, dia tak minum kopi, sangat sedikit mengkonsumsi gula, dan terobsesi menjaga makanan. Lalu bagaimana dia bisa mati muda? Usia Bruce Lee baru 32 tahun saat dia meninggal di Hong Kong. Sampai hari ini, masih terus terjadi perdebatan soal apa penyebab kematian Sang Naga.

Jika ada orang yang tahu persis apa yang terjadi pada Bruce Lee pada hari itu, maka dia adalah Betty Ting Pei alias Tang Mei Li, bintang film dari Taiwan. Sepanjang siang pada hari itu, hari kematian Bruce Lee, Jumat 20 Juli 1973, mereka menghabiskan waktu berdua di apartemen Betty. Konon, ada 'sesuatu' di antara mereka. Raymond Chow, produser film-film Bruce Lee, sempat berpesan kepada Betty agar dia tak memberi tahu siapapun bahwa Bruce Lee meninggal di apartemennya.

Bruce sepertinya menyukaiku, lebih dari perasaanku kepadanya, karena dia terus memujiku'

Betty yang saat itu baru 26 tahun patuh kepada Raymond, meski belakangan kebohongan itu akhirnya terungkap."Orang-orang mencaci-makiku soal kebohongan itu....Saat itu aku baru 26 tahun. Bagaimana orang yang disebut-sebut sebagai manusia paling sehat di muka bumi bisa mendadak mati di depanku? Kematiannya merupakan pukulan besar bagiku. Aku takut setengah mati," kata Betty saat wawancara dengan radio swasta di Hong Kong beberapa tahun lalu. Dia mengakui, ada hubungan tak biasa di antara mereka. Saat itu, Bruce Lee sudah punya istri, Linda Lee, dan dua orang anak.

Bruce dan Betty berkenalan saat pembuatan film. "Bruce sepertinya menyukaiku, lebih dari perasaanku kepadanya, karena dia terus memujiku....Dia menyukaiku dan jika aku tak menyukai dia, maka aku orang gila," kata Betty. Meski punya hubungan istimewa, dia tak terpikir untuk menikah dengan Bruce Lee. "Saat itu aku masih muda. Aku sama sekali tak berniat menghancurkan keluarga orang lain."

Menjelang sore, Bruce mengeluh tak enak badan dan sakit kepala. Betty memberinya obat pereda nyeri, Equagesic. Namun kondisi Sang Naga tak kunjung membaik, hingga Raymond Chow datang. Dokter yang dipanggil datang segera meminta Bruce Lee dikirim ke rumah sakit. Bruce Lee yang sudah membujur kaku tak tertolong. Dia dinyatakan meninggal malam itu oleh dokter di Rumah Sakit Hong Kong Baptist. Dokter menyimpulkan, terjadi pembengkakan pada otaknya.

Di tengah protes dari para penggemarnya yang menghendaki Bruce Lee dimakamkan di Hong Kong, Linda memutuskan jenazah suaminya dikuburkan di Seattle. Di kota itu lah mereka pertama kali berkenalan. "Aku pikir, masa-masa paling bahagia Bruce terjadi di kota itu," kata Linda, dikutip Matthew Polly dalam bukunya, Bruce Lee : A Life.

Patung lilin Bruce Lee
Foto : Getty Images

Hari itu, Selasa, 24 Juli 1973, Hong Kong tengah berduka. Ribuan warga berkerumun di depan Kowloon Funeral Parlour, tempat jenazah Bruce Lee disemayamkan. Ratusan polisi berjaga di luar rumah peristirahatan sementara itu. Kesedihan itu seperti membeku ketika Linda Emery Lee tiba dengan sedan Mercedes hitam. Semua orang terdiam menyaksikan Linda keluar dari mobil dituntun oleh Raymond Chow

Bisik-bisik segera menyebar sekitar kematian sang bintang. Sebagian gosip berkisar judul film berikutnya yakni Game of Death. Mestinya, menurut sebagian orang, juga atas saran sutradara Lo Wei, Bruce tak memakai kata 'kematian' dalam judul filmnya. Ada pula yang mempersoalkan rumah Bruce Lee di Kowloon Tong. Wartawan Mel Tobias mengatakan kawasan itu berarti 'kolam para naga'. Para naga tak suka ada naga kecil menghuni daerah itu.

Dalam bukunya, Bruce Lee: The Fighting Spirit, Bruce Thomas menulis, para ahli feng shui sudah pernah dipanggil untuk memeriksa rumah di Kowloon itu. Kesimpulannya tak menggembirakan. Rumah itu membawa energi negatif. Dua penghuni sebelumnya jatuh melarat. Untuk menjauhkan energi negatif itu, ahli feng shui memberikan solusi berupa cermin pat-kwa yang dipasang di atap untuk 'memantulkan' pengaruh buruk.

Beberapa hari sebelum kematian Bruce, taifun Dot menyapu Hong Kong dan menerbangkan cermin pat-kwa di rumahnya. Bruce Lee tak menggantinya dan membiarkan rumahnya tak 'terlindung' cermin pat-kwa. Konon saat itu lah kematian Bruce telah digariskan.

Sebelum meninggal, dua bulan sebelumnya Bruce Lee sebenarnya sempat kolaps dan dibawa ke dokter. Menurut Peter Wu, dokter yang merawatnya pada bulan Mei, kondisi Bruce Lee saat itu sangat kritis. "Dia bisa saja meninggal karena pembengkakan otak," kata Peter dikutip Asia Magazine. Tapi apa yang memicu pembengkakan otak masih tanda tanya. Dokter Peter menduga, konsumsi hashish pemicunya. Bruce Lee memang sudah lumayan lama mengkonsumsi hashish untuk meredakan ketegangan. "Aku bilang kepadanya, stress yang berlebihan bisa memperkuat efek hashish itu. Aku juga memberitahu dia bahwa minimnya lemak dalam tubuhnya membuat dia rentan terhadap hashish."

Dokter R. Lycette, dokter di Rumah Sakit Queen Elizabeth Hong Kong yang mengotopsi jenazahnya juga menduga ganja lah pemicunya. Namun Dokter Donald Teare, dokter forensik yang juga memeriksa jenazah Bruce Lee punya dugaan lain. Dia yakin, salah satu komponen kimia dalam obat Equagesic yang diberikan Betty lah yang memicu pembengkakan otak bintang film laga tersebut.

Apa pemicu pembengkakan otak yang berujung kematian Bruce Lee makin simpang siur. Pada pertemuan American Academy of Sciences pada 2006, Dokter James Filkins menyampaikan dugaan penyebab kematian Bruce adalah epilepsi.Epilepsi memang bisa dipicu oleh stress. Masalahnya, Bruce tak ada riwayat epilepsi.

Dua bulan lalu, Matthew Polly meluncurkan bukunya, Bruce Lee : A Life. Polly punya dugaan lain lagi. Menurut Polly, pemicu pembengkakan otak Bruce Lee adalah sengatan panas. Bruce memang sudah mengangkat kelenjar keringat di ketiaknya demi penampilan di layar film. Namun tindakan itu menurut Polly, berakibat fatal.

Tubuhnya kehilangan kemampuan beradaptasi dengan sengatan terik matahari. Saat Bruce Lee meninggal, Hong Kong memang sedang panas sekali. Sepanjang hari suhu udara lebih dari 33 derajat Celsius. "Jika kalian kurang tidur, kehilangan berat badan dan tak punya kelenjar keringat, maka kemampuanmu menghadapi panas tak akan sebaik sebelumnya. Bahkan seorang laki-laki yang sehat pun bisa mati dalam kondisi seperti itu," kata Polly kepada CNN.

Bruce Lee adalah barang langka di Hollywood. Dia orang Asia dengan postur tak seberapa tinggi. "Saat pertama kali bertemu, dia sedikit tembam dan masih ada lemak di tubuhnya," ujar Van Jarvis Williams, bintang utama film serial Green Hornet.Di film ini, Bruce jadi pemeran pembantu. Sejak main di film itu lah,Bruce makin terobsesi membentuk tubuhnya. Dia melatih ototnya sangat keras dan sangat disiplin menjaga makanan.

Benarkah feng shui buruk yang 'menyebabkan' kematian Bruce Lee? Jackie Chan tak percaya dengan dugaan yang dianggapnya konyol itu. "Semua orang di Hong Kong tahu kejadiannya. Aku tak mau cerita, kalian Google saja," kata Jackie kepada South China Morning Post.


Reporter/Penulis: MELISA MAILOA
Editor: Sapto Pradityo

[Widget:Baca Juga]
SHARE