INVESTIGASI

SUAP SAIPUL JAMIL

Tukang Sawer,
Dikawal Voorijder

Nama panitera pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, tersangka kasus suap vonis penyanyi dangdut Saipul Jamil, begitu kesohor di kampung halamannya. Selalu dikawal kalau pulang kampung.

Foto: Bahtiar Rifai/detikX

Selasa, 26 Juli 2016

Darim langsung menepuk jidatnya sambil berkata “waduh” ketika detikX menyambangi kantornya. Camat Cikedung, Indramayu, Jawa Barat, itu kaget lantaran yang jadi pertanyaan adalah seputar kasus yang melilit adik kandungnya, Rohadi.

Panitera pengganti di Pengadilan Negeri Jakarta Utara itu tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi telah menerima uang Rp 250 juta dari Berthanatalia Ruruk Kariman, salah satu pengacara penyanyi dangdut Saipul Jamil. Uang itu diduga sebagai pelicin untuk vonis ringan Saipul, yang menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus pelecehan seksual.

Kenyataan inilah yang membuat Darim, sang kakak, menampakkan kerisauannya. Matanya selalu berkaca-kaca bila disinggung perihal kasus Rohadi itu. “Saya saja tidak tahu. Ya, saya juga maaf, ya. Ini maaf,” ujar Darim.

Dijelaskan Darim, orang tuanya, Tasmin dan Muthmainah, hanya punya dua anak, yakni dirinya dan Rohadi. Sejak kecil, Rohadi bersekolah di Indramayu. Dari SD hingga SMP, Rohadi bersekolah di Kecamatan Cikedung. Dan saat SMA ia bersekolah di SMA 1 Indramayu.

Saipul Jamil saat mengikuti sidang kasus pecehan seksual yang membelitnya
Foto: Palevi S./detikHOT

Setelah itu, Rohadi memilih melanjutkan kuliah di Jakarta. Nah, sambil berkuliah itu, Rohadi juga berdagang bakso dan menjual oleh-oleh khas Indramayu. Usaha itu dilakoni untuk membantu biaya kuliahnya.

Bayaran dari Rohadi itu tiga kali lebih. Di sini (Estu Nada) kan biasanya sehari itu Rp 4,5 juta. Rohadi bayarnya Rp 15 juta."

“Orang tua kami bukan kategori orang mampu. Jadi Rohadi berinisiatif membuka usaha untuk menambah uang sakunya,” ujar Darim.

Rohadi kemudian menjadi panitera di PN Jakut pada 2001 dengan tetap menjalankan usaha sambilan. Anaknya, Ryan Seftriadi, kini menjadi calon pegawai negeri sipil di Mahkamah Agung.

Rohadi disebut tidak mempunyai rumah pribadi di Cikedung Lor. Bila pulang kampung, ia tinggal di rumah orang tuanya di Tarikolot, Desa Cikedung Lor, RT 05 RW 07, yang kini lebih banyak ditinggali Darim.

“Kalau Rohadi pulang, ya, singgahnya di rumah saya. Kalau pulang, ada mungkin dua bulan sekali. Setiap Lebaran juga pulang. Hanya, Lebaran kali ini dia tidak pulang,” katanya.

Rohadi selama ini tinggal di Jakarta bersama istrinya, Wahyu Widayati, yang juga kelahiran Indramayu. Namun, saat ditanya apakah Rohadi juga beristri seorang penyanyi tarling (musik dangdut khas pesisir Jawa Barat) bernama Aas Rolani, Darim memilih bungkam.

Informasi Rohadi telah menikahi Aas dibenarkan Imran, kakak kandung sang biduan itu, di Kedungwaru. “Ya, iya. Tapi, kalau soal informasi itu (menikah), coba tanyakan langsung saja ke Cikedung (keluarga Rohadi),” ujar Imran kepada detikX.

Rohadi setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta.
Foto: Hasan Alhabshy/detikcom

Berthanatalia Ruruk Kariman, salah satu pengacara Saipul Jamil, saat dibawa ke gedung KPK, Jakarta.
Foto: Hasan Alhabshy /detikcom


Sayangnya, saat detikX menyambangi rumah Aas, yang juga terletak di Kedungwaru, ia sedang tidak berada di rumah. Menurut Imran, Aas sedang pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan anaknya.

Cerita lain menyebutkan, perkenalan Rohadi dengan Aas terjadi dua tahun lalu. Pertemuan keduanya bermula ketika Rohadi sering memanggil organ tunggal Rolani Electone milik Aas Rolani.

Grup musik itu beberapa kali manggung di sejumlah acara yang digelar Rohadi. Nah, dari situlah Rohadi dan Aas bertemu, yang berujung di pelaminan.

“Itu dua tahun yang lalu kalau enggak salah,” ujar Rasija, pemilik grup kesenian sisingaan Estu Nada, yang sering manggung bareng bersama Rolani Electone.

Setelah Rolani Electone manggung pertama, langsung tersiar kabar ke kuping Rasija bahwa hubungan Aas dengan Rohadi semakin dekat. “Aas jadi adik-adikannya Rohadi,” ujar Rasija.

Pernah suatu ketika Estu Nada disewa untuk acara sunatan di rumah Rohadi di Bekasi. Yang jadi sohibul hajat ternyata Aas. Dari situ Rasija tahu Rohadi rupanya sudah mempersunting Aas.

Rohadi tengah berduet dengan Aas Rolani.
Foto: capture YouTube

Sebelum menikah, diketahui baik Rohadi maupun Aas sudah bercerai dengan pasangannya masing-masing.

Ditambahkan Rasija, setiap bikin pertunjukan atau hajatan, Rohadi tergolong royal. “Sawerannya minimal Rp 50-100 ribu,” ujar Rasija.

Selain itu, Rohadi dikenal suka bikin acara-acara yang melibatkan pentas dangdut di Cikedung. Hebatnya lagi, dia selalu membayar tiga kali lipat dari tarif sewa grup musik yang disewa.

“Bayaran dari Rohadi itu tiga kali lebih. Di sini (Estu Nada) kan biasanya sehari itu Rp 4,5 juta. Rohadi bayarnya Rp 15 juta,” begitu kata Rasija.

“Kedermawanan” Rohadi pun diungkapkan Suharta Lahir, 48 tahun, tetangga samping rumah keluarga Rohadi. Menurut Suharta, Rohadi kerap membantu tetangga dan anak-anak yatim.

Setiap dua bulan sekali, saat pulang kampung, Rohadi selalu mengumpulkan anak yatim untuk disantuni. Pembagian santunan dilakukan di musala depan rumahnya. Musala itu dibangun oleh Rohadi dan nama musala itu memakai nama ibunya, Muthmainah.

Selain anak yatim, para tetangga juga sering mendapat santunan berupa bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang puasa dan Lebaran. “Pokoknya, kalau Pak Rohadi pulang, suka ada saja santunan. Kalau masalah kasus itu, kita enggak tahu-menahu, ya,” ujar Suharta.

Menurut dia, Rohadi di Kampung Cikedung Lor terkenal bukan sebagai panitera pengadilan, melainkan jaksa. "Kita mengenalnya pejabat jaksa di Jakarta. Itu saja," terang Suharta.

Kiprah Rohadi tersebut membuat namanya menjadi kesohor di Indramayu, khususnya warga Cikedung. Apalagi setiap pulang kampung Rohadi selalu mendapat pengawalan polisi menggunakan voorijder. "Benar, itu," kata Rasija.

Rohadi kabarnya ikut membantu pembangunan kantor Polsek Cikedung. Namun hal itu dibantah oleh personel bagian informasi Polsek Cikedung, Aiptu Eryana. Pasalnya, Markas Polsek Cikedung sampai saat ini masih menempati gedung bekas puskesmas.

Bukan hanya itu. Irianto Mahfudz Sidik Syafiuddin alias Yance saat masih menjabat Bupati Indramayu sering datang ke Cikedung memenuhi undangan Rohadi, baik untuk acara halalbilhalal maupun perhelatan lain. Saat ibunda Rohadi meninggal pun, Yance datang melayat dan ikut menggotong keranda.

Uang tunai hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK dalam kasus suap vonis penyanyi dangdut Saipul Jamil
Foto: CNNTV

Malah ada kabar yang menyebutkan, kedekatan Rohadi dengan Yance membuat Darim, kakak Rohadi, yang sebelumnya hanya guru SMA di Indramayu, bisa menjadi Camat Cikedung.

Namun kabar ketokohan Rohadi di Cikedung dibantah Darim. “Saya rasa enggak. Dia belum sampai sanalah (tokoh), dia adik saya, dia kapasitasnya masih muda,” kata Darim.

Namun Darim enggan menjawab sejumlah pertanyaan lain, termasuk soal bisnis dan istri baru Rohadi, Aas. Alasannya, ia pusing dan tidak tahu harus bilang apa.


Reporter: Ibad Durohman, Bahtiar Rifai
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE