INVESTIGASI

Prahara Mapala Unisi

Segepok prestasi Mapala Unisi UII hangus karena tragedi diksar maut. Sang rektor memilih mundur dari jabatannya.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 2 Februari 2017

Andy Reza masih hafal dengan aktivitas membanggakan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia (Mapala Unisi). Organisasi ini cukup lama malang melintang di dunia petualangan, olahraga adrenalin, bantuan bencana alam, sampai aktivitas lingkungan.

Unisi berdiri pada 3 April 1974. Andy sendiri bergabung pada 1989. Ia masih sempat lalu lalang di sekretariat organisasi mahasiswa di kampus UII, Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta, itu.

“Jadi kegiatan kita tidak hanya kegiatan pencinta alam, tidak hanya di outdoor. Aktivitas tidak hanya petualangan saja. Jadi kita lebih banyak justru di respons kemanusiaan,” ujar Andy kepada detikX.

Ia merasa masih menjadi bagian dari organisasi ini. Toh, struktur organisasi Mapala Unisi sangat terbuka bagi alumni. Ada tiga kategori anggota, yakni anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan. Yang sudah lulus kuliahnya akan menjadi anggota luar biasa seperti Andy.

Aktivitas organisasi ini sangat hidup, di antaranya melakukan pembinaan di lima desa di lereng Gunung Merapi, yakni Desa Sendangrejo, Desa Deles, Desa Tanggung, Desa Tritis, dan Desa Selo.

Rektor UII yang mengundurkan diri, Harsoyo (berbaju merah), mengantar para peserta diksar Mapala Unisi ke Mapolres Karanganyar untuk diperiksa.
Foto: Muchus/detikcom


Sebagai bentuk tanggung jawab moral saya secara penuh, saya mengundurkan diri sebagai Rektor UII."

Mereka tengah menyelesaikan tahapan renovasi dan pelebaran sejumlah masjid di desa-desa tersebut yang sempat rusak akibat letusan Gunung Merapi. “Setiap tahun kita mengadakan kegiatan dakwah, juga pada saat Ramadan dan Idul Adha di sana,” ujar Andy, yang kini menjadi pengajar di UII.

Mapala Unisi pada 2010 ikut Ekspedisi Puncak Carstensz. Selain itu, Mapala Unisi terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dan SAR saat terjadi tsunami di Aceh pada 2004, erupsi Gunung Merapi pada 2010, erupsi Gunung Kelud pada 2014, dan gempa Padang pada 2009.

Tahun ini, 2017, Mapala Unisi diturunkan untuk membantu penanganan banjir Garut di Jawa Barat serta gempa Padang di Sumatera Barat dan Pidie Jaya di Aceh.

Terakhir, Mapala Unisi merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang mengikuti ajang International Universities Search and Rescue Games 2016 di Turki. Tim ini memperoleh juara III dalam ajang itu.

Prestasi dan aktivitas inilah yang membuat pengurus Mapala Unisi dekat dengan pejabat UII. Andy menyebutkan Rektor UII Harsoyo merupakan anggota kehormatan Mapala Unisi sejak 1995. Waktu itu Harsoyo masih menjabat Pembantu Rektor III.

Posko Mapala Unisi di Jl Cik Di Tiro, Yogyakarta 
Foto: Mohamad Rizal/detikX

Para peserta diksar Mapala Unisi akan diperiksa sebagai saksi kasus tewasnya tiga rekan mereka.            
Foto: Muchus/detikcom

“Pada waktu itu beliau menjabat PR III. Bukan karena jabatannya, melainkan karena keterlibatan dan kedekatan beliau sehingga, atas usul pada waktu musyawarah, beliau diangkat menjadi anggota kehormatan,” katanya.

Alumni pun berhubungan dekat dengan pengurus Unisi. Biasanya mereka berkumpul pada hari Jumat di kampus Cik Di Tiro. Tak jarang mereka ikut terlibat dalam kegiatan yang digelar pada Sabtu dan Minggu.

Dalam setiap rekrutmen dan pendidikan dasar (diksar), yang dinamai The Great Camping (TGC), alumni selalu mendampingi. Dulu diksar dilakukan di kaki Gunung Merapi. Tetapi, sejak erupsi dan kasus Trugo pada 1998, mereka beralih ke kaki Gunung Lawu.

Diksar bukan perkara sepele. Terdapat standard operating procedure (SOP) yang mesti dipenuhi, yakni tes kesehatan dan materi survival. Keterangan panitia diksar TGC ke-37 menyebutkan, dalam survival, peserta harus bertahan hidup dengan mencari makanan berupa tumbuhan di sekitar flying camp.

Hendi Aseng, anggota luar biasa Mapala Unisi angkatan 1991
Foto: M. Rizal/detikX

Namun acara diksar TGC ke-37, yang digelar di Lereng Lawu, Dusun Tlogodringo, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, berakhir prahara. Tiga peserta diksar meninggal diduga karena kekerasan, yakni Syaits Asyam, 19 tahun, Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20).

Hendi Aseng, anggota luar biasa Mapala Unisi angkatan 1991, mengaku tak ada alumni yang terlibat dalam diksar kali ini. Mereka baru berkumpul pada 23-27 Januari di posko Mapala Unisi, Yogyakarta. Hendi sendiri datang langsung dari Lampung.

Ia beranggapan korban tewas dalam diksar kali ini merupakan kecelakaan. Belum pernah ada kasus seperti ini selama Unisi berdiri.

“Masalah ini sedang kita cari karena ini kan baru pertama kali terjadi di Mapala Unisi. Selama ini tak ada sistem kita yang seperti itu (tindak kekerasan),” kata Hendi kepada detikX.

Namun luka sudah terlalu dalam. Kematian Ilham dkk dibalas dengan pernyataan sikap Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Lombok. Mereka menganggap kematian Ilham, mahasiswa asal Lombok, itu akibat hal yang tidak wajar. Mereka meminta polisi menyelesaikan kasus itu secara hukum dan pihak UII harus mengambil sikap.

Selasa, 24 Januari, Harsoyo, menyatakan membekukan kegiatan luar Mapala Unisi. Selain itu, ia menyatakan mengundurkan diri sebagai rektor. Menurut dia, langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawabannya selaku pemimpin universitas.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mendatangi rumah duka Syaits Asyam.
Foto: Bagus Kurniawan/detikom

Surat pengunduran dirinya telah diserahkan kepada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir pada 26 Januari. “Sebagai bentuk tanggung jawab moral saya secara penuh, saya mengundurkan diri sebagai Rektor UII,” ucapnya.

Polres Karanganyar, Jawa Tengah, meneruskan penyidikan atas kasus ini. Dua tersangka ditangkap di posko Mapala Unisi dan di rumah kos. Mereka adalah M. Wahyudi alias Yudi alias Kresek asal Kupang dan Angga Septiawan alias Waluyo asal Tarakan Utara, Kalimantan Utara.

“Keduanya sudah diringkus,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Hasil penelusuran tim pencari fakta UII, Yudi berstatus sudah lulus, sedangkan Angga masih mahasiswa. Mereka menyerahkan proses kasus hukum calon anggota Mapala Unisi itu kepada polisi. Celaka di Lereng Lawu ini pun berlanjut dengan pembekuan Mapala UII secara kelembagaan.


Reporter: M. Rizal, Ibad Durohman, Gresnia Arela F., Aryo Bhawono
Redaktur: Aryo Bhawono
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE