INVESTIGASI

Teka-teki Sekongkol
e-KTP Miryam

"Jadi tempat yang paling aman untuk Yani (Miryam) bertemu pengacara itu (Anton Taufik) ya tempat Elza Syarief."

Ilustrasi: Kiagoos Aulianshah

Selasa, 2 Mei 2017

Senyuman terus tersungging di bibir Miryam S. Haryani ketika mengenakan rompi oranye di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada, Jakarta. Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya saat digiring ke rumah tahanan KPK, Senin, 1 Mei 2017, malam.

Saat wartawan bertanya sedang apa di Hotel Kemang, Miryam hanya bilang sedang berlibur bersama anaknya. Ia ditangkap di hotel itu pada Senin dini hari oleh tim Polda Metro Jaya.

Janda beranak satu itu memang sempat jadi buron selama beberapa hari setelah ditetapkan sebagai tersangka pemberi keterangan palsu dalam kesaksiannya di sidang e-KTP beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura itu mencabut semua keterangannya dalam berita acara pemeriksaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Maret, lalu.

Perempuan kelahiran Indramayu, Jawa Barat, 43 tahun lalu, tersebut berdalih keterangannya selama pemeriksaan diliputi tekanan dari penyidik sehingga ia terpaksa menyebut sejumlah nama penerima duit korupsi e-KTP.

Untuk memastikan tudingan Miryam, tiga penyidik KPK, yakni Novel Baswedan, Irwan, dan Ambarita Damanik, dihadirkan ke persidangan e-KTP pada Kamis, 30 Maret. Video rekaman pemeriksaan Miryam juga diputar.

Buron KPK Miryam S Haryani tiba di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (1/5). Miryam ditangkap polisi pada Senin dini hari di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom

Dari video yang diputar, terlihat di ruang pemeriksaan terdapat tiga kursi dan sebuah meja kerja. Dua kursi untuk tamu dan satu kursi lagi, posisinya berhadapan. Meja kerja berada di antaranya, lengkap dengan satu unit laptop. Sebuah papan tulis tergantung pada dinding sisi kiri ruangan.

Suasana pemeriksaan berlangsung cair. Miryam tampak luwes berinteraksi dengan Irwan. Sesekali ia tertawa saat membahas bagi-bagi uang e-KTP. Justru KPK mengungkap pengakuan Miryam yang ditekan rekan-rekannya di DPR.

Dari fakta-fakta di dalam video dan keterangan penyidik KPK, jaksa kemudian meminta majelis hakim menetapkan Miryam sebagai tersangka pemberi keterangan palsu. Hakim bergeming. KPK akhirnya menetapkan Miryam sebagai tersangka.

Pengacara Elza Syarief langsung diperiksa KPK. Sebab, sebelum memberi kesaksian yang berujung pencabutan BAP itu, Miryam diketahui mampir ke kantor Elza, yang terletak di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat.

Seusai pemeriksaan yang berlangsung selama delapan jam pada awal April lalu itu, Elza mengatakan, Miryam bercerita ada beberapa anggota DPR yang menekan dirinya. Sayang, Elza tidak menjelaskan siapa anggota DPR yang menekan Miryam itu.

“Iya, dalam dakwaan kan ada. Pokoknya semua nama di sanalah,” ungkap Elza setelah diperiksa KPK, 5 April lalu.

Kuasa hukum Elza Syarief, Farhat Abbas, menyebut inisial SN dan RA sebagai politikus yang diduga menekan Miryam untuk memberikan keterangan palsu.

Farhat melanjutkan, selain Miryam, ada seorang pengacara bernama Anton Taufik yang datang ke kantor Elza pada saat pertemuan itu. Anton Taufik disebut Farhat sebagai staf RA.

Sidang dugaan korupsi proyek e-KTP diawali dengan konfrontasi antara Miryam S. Haryani dan tiga penyidik KPK, salah satunya Novel Baswedan.
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom


“Anton Taufik itu teman saya. Dia dulu adalah asisten Pak Hamka Yandhu (politikus Golkar). Belakangan jadi asisten daripada RA,” ujar Farhat kepada detikX.

Namun Farhat menampik bila dikatakan bahwa Elza, Miryam, dan Anton melakukan pemufakatan dalam pencabutan BAP. Kedatangan Miryam ke kantor Elza karena keduanya punya hubungan pertemanan dan sama-sama kader Partai Hanura.

“Jadi tempat yang paling aman untuk Yani (Miryam) bertemu pengacara itu (Anton Taufik) ya tempat Elza Syarief,” ucap Farhat.

Dalam pertemuan itu memang kemudian muncul gagasan supaya Miryam mencabut BAP. Dalih pencabutan BAP itu adalah ada tekanan dari penyidik. Tapi, kata Farhat, Elza tidak sepakat dan melarang Miryam mencabut BAP karena hukumannya berat.

Saat di KPK, Farhat menambahkan, Elza dimintai konfirmasi soal Anton Taufik, RA, serta rayuan-rayuan dan ajakan bertemu dari beberapa petinggi partai. “Rayuan-rayuan itu dari istri para kolega Miryam di DPR, termasuk para anggota DPR. Ini kata Elza,” tutur Farhat.

Namun baik Farhat maupun Elza enggan mengungkapkan apakah SN dan RA itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua DPP Golkar Bidang Hukum Rudy Alfonso.

Setya diduga berperan besar dalam megaproyek e-KTP dan sudah dipanggil ke persidangan. Nama Rudy juga pernah muncul dalam persidangan e-KTP yang menghadirkan Miryam pada 30 Maret 2017.

Saat itu jaksa KPK mengkonfirmasi Miryam tentang pertemuannya dengan pengacara bernama Rudy Alfonso di Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Namun, menurut Miryam, pertemuan itu urung dilaksanakan.

"Dia (Rudy) tidak ada di tempat, saya pun pulang lagi," ujar Miryam dalam persidangan e-KTP, Kamis, 30 Maret lalu.

Rudy Alfonso
Foto: dok. detikcom

Elza Syarief
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Ketua DPR Setya Novanto. 
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom

Belakangan, KPK menggeledah beberapa tempat terkait kasus kesaksian palsu Miryam. Salah satunya kantor pengacara Rudy, yakni Alfonso and Partners, di Tower H, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dihubungi detikX, Rudy menyangkal ikut cawe-cawe dalam mempengaruhi Miryam. Sedangkan mengenai Anton Taufik, ia mengaku sebatas mengenal pengacara tersebut karena sama-sama berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan.

“Saya cuma kenal si Anton Taufik itu. Dan dia bukan pegawai di kantor saya. Gitu, lo. Nah, sekarang kenapa tidak diperiksa saja si Anton Taufik, siapa yang menyuruh dia?”kata Rudy.

Adapun pengacara Miryam, Aga Khan, menilai wajar jika kliennya berdiskusi dengan pengacara lain, termasuk diskusi mencabut BAP. “Memang BAP nggak boleh dicoret? Yang benar saja, lebay saya bilang,” tegas Aga Khan kepada detikX.

Dijelaskan Aga Khan, saat ini Elza punya hubungan perdata dengan Miryam sebesar Rp 300 juta sebagai uang pinjaman. Jadi pertemuan Miryam dan Anton Taufik di kantor Elza Syarief, Aga Khan menganggapnya sebagai hal yang wajar.

“Sah-sah saja kalau ada pengacara yang mau berdiskusi dengan klien saya. Mau itu Elza Syarief atau Anton Taufik. Tapi Ibu Elza agak kepo, ya. Begitulah jadinya,” kata Aga Khan.

Perdebatan terkait pihak yang menekan Miryam saat ini tengah diselisik KPK pascapenangkapan Miryam. Sejumlah pihak yang diduga menjadi aktor di balik pencabutan BAP Miryam akan ditelusuri.

“Kita telusuri siapa dan apa saja yang jadi faktor BAP dicabut sehingga gambaran utuh bukan sekadar keterangan tidak benar hingga di tingkat penyidikan seperti ini,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Senin, 1 Mei.


Reporter/Penulis: Ibad Durohman, Gresnia Arela F.
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.





SHARE