INVESTIGASI

Kontroversi dan Ambisi Amien Rais

“Iya, benar, ia ambisius, ambisius ikhlasnya.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Selasa, 6 Juni 2017

Zulkifli Hasan belakangan bersikap agak sensitif ketika berbicara soal tokoh panutannya, Amien Rais. Maklum saja, nama tokoh pendiri partai yang dipimpin oleh Zul, panggilan akrab Zulkifli Hasan, itu disebut-sebut telah menerima uang yang terkait dengan kasus korupsi.

Surat tuntutan di persidangan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dalam kasus pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan tahun 2005 menyebutkan rekening Amien menerima enam kali transfer uang pada rentang 15 Januari sampai 2 November 2007. Dalam tiap kali transfer, besaran uang yang dikirim adalah Rp 100 juta.

Zul pun berkeberatan atas foto yang diunggah oleh budayawan Goenawan Mohamad dalam kicauannya di situs microblogging Twitter. Dalam foto itu Amien tengah duduk tertunduk. “Tegaklah, Mas Amien Rais. Anda terima Rp 600 juta tapi belum tentu bersalah. Kita tidak boleh cepat mencerca, bukan?” kicau Goenawan.

Ketua MPR Zulkifli Hasan
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

“Bayangkan, di-capture sedemikian rupa, masak begitu? Dia (Goenawan) senior, budayawan, kita hormati kok berlakunya aneh? Mari kita hentikan,” keluh Zul saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 5 Juni.

Putri Amien, Hanum Salsabiela Rais, juga ikut memprotes Goenawan. Sebab, foto Amien yang tertunduk itu adalah ketika menunggu dirinya meregang nyawa saat melahirkan. Foto Amien yang sedang berzikir itu diambil suaminya, Rangga. "Fitnahmu abadi. Usiamu tidak, Bung," katanya.

Goenawan menanggapinya dengan santai. Menurutnya, kicauan tersebut tak ada yang menyudutkan Amien Rais. Justru dia memberikan semangat kepada sesepuh Partai Amanat Nasional tersebut.

Kalau kesalahan saya dianggap berat dan memenuhi standar korupsi, kemudian saya dipenjara 10 tahun, misalnya, ya itu hukuman. Ya, nggak masalah.'

Tweet saya berisi Amien Rais terima uang Rp 600 juta, tetapi belum tentu membuktikan dia korupsi. Kita harus pakai asas praduga tak bersalah untuk dia, seharusnya juga untuk Ahok,” jawabnya.

***

Aliran duit kasus dugaan korupsi ke kantong Amien ini bukan hanya kali ini terdengar. Pada 2007, uang kasus korupsi dana nonbujeter Departemen Kelautan dan Perikanan (kini Kementerian Kelautan dan Perikanan) diduga juga mengalir kepadanya.

Kasus ini membelit mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri saat itu. Sedangkan Amien mengaku menerima langsung dana dari menteri sebesar Rp 200 juta. Uang ini diterimanya dalam bentuk cek melalui anggota tim kampanyenya.

”Kalau kesalahan saya dianggap berat dan memenuhi standar korupsi, kemudian saya dipenjara 10 tahun, misalnya, ya itu hukuman. Ya, nggak ada masalah,” ungkap Amien kala itu.

Amien berjasa besar bagi perubahan kehidupan masyarakat Indonesia dengan mengusung reformasi pada 1998. Sebutan Bapak Reformasi pun masih tersemat hingga kini pada guru besar ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, tersebut. Namun sosok Amien selalu diliputi kontroversi.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 26 April 1944, ini belakangan memilih jalur politik tak biasa. Pada Pemilu 2014, misalnya, langkah politiknya berpihak pada pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menuai sensasi.

Amien Rais bersama Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Pasalnya, nama besar Amien Rais melambung ketika reformasi 1998. Beberapa pihak mencibir langkah politik tersebut lantaran Amien pernah mendesak agar Prabowo diseret ke Mahkamah Militer terkait kasus penghilangan paksa aktivis.

Pernyataan Amien itu disampaikan pascareformasi 1998. Ia sudah membentuk PAN untuk masuk ke kancah politik nasional. Beberapa aktivis menuntut penyelesaian pelanggaran HAM. Amien memberikan dukungannya.

Namun Amien justru membantahnya dan meminta penudingnya memberikan bukti berupa kliping atau rekaman. Jika bukti itu ada, ia akan berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta. Aksi ini tak kunjung ia lakukan.

Pernyataan Amien ini tak lepas dari dukungannya kepada Hatta Rajasa, yang saat itu duduk sebagai Ketua Umum PAN. Prabowo memberikan balasan manis, yakni menjuluki Amien sebagai “Ayatullah”. Kekalahan Prabowo-Hatta pada pilpres 2014 pun lantas mendudukkan Amien sebagai oposisi.

Amien dikenal punya sikap yang keras terhadap gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Saat kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Amien menyebut Ahok mirip Dajal, makhluk dalam teologi Islam yang disebut akan muncul pada akhir zaman membawa fitnah besar.

Pernyataan Amien tersebut disampaikan dalam rapat akbar “Memilih Pemimpin yang Santun dan Prorakyat” di Pasar Permai, Tanjung Priok, Jakarta Utara, 18 September 2016. “Ahok ini sombongnya menyundul langit. Jadi jangan sampai nanti si Dajal ini menang (Pilgub DKI),” ucapnya.



Amien Rais memberikan klarifikasi perihal aliran dana Rp 600 juta kepada dirinya, di rumahnya, Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (2/6).
Foto: Ari Saputra/detikcom

Amien juga selalu berada di barisan terdepan dalam sejumlah aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia menuntut proses hukum terhadap Ahok dalam kasus penodaan agama Islam. Mulai aksi Bela Islam 411, 212, hingga terakhir ia berada di tengah-tengah massa dan berorasi saat sidang tuntutan Ahok pada 20 April 2017.

Masih setia bersama alumni Aksi Bela Islam, Amien ikut mendatangi Komnas HAM menuntut penghentian kriminalisasi terhadap ulama pasca-aksi yang berlangsung sepanjang 7 bulan itu. Pada 27 Mei 2017, Amien menghadiri peluncuran buku yang berisi kasus-kasus korupsi yang membelit Ahok.

“Selama ini publik dibentuk media massa bahwa sosok ini (Ahok) jujur, bersih, dan tegas, sehingga diperlakukan menjadi warga istimewa. Seharusnya semua, tapi yang satu ini istimewa," kata Amien.

Selain anti-Ahok, Amien sangat kritis terhadap pemerintah Presiden Joko Widodo. Dalam acara refleksi peringatan 19 tahun reformasi di gedung Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, ia melontarkan sejumlah kritik terhadap Jokowi. Kritik tersebut antara lain Jokowi dianggap kurang simpatik dan membiarkan kriminalisasi terhadap ulama.

Ia ragu Jokowi berani memutus kontrak Freeport-McMoRan. Pada masa Jokowi ini pula ancaman keutuhan NKRI semakin nyata. Amien ingin Jokowi belajar dari Uni Soviet, yang setelah melewati 70 tahun kemerdekaannya justru bubar.

Foto Amien Rais tertunduk yang diunggah oleh sang anak, Hanum Rais.
Foto: dok. Instagram @hanumrais

Amien juga menentang rencana reklamasi Teluk Jakarta. Ia menantang Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Amien menganggap pembangunan pulau buatan di Teluk Jakarta itu tidak akan dapat menanggulangi banjir.

Menurutnya, reklamasi ibarat menggadaikan negara kepada tangan pengembang. Kuasa yang ada di pulau buatan itu bukan lagi di tangan pemerintah, melainkan pengembang. Namun lagi-lagi sikap ini berkaitan dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Amien pun mengaitkan dengan kepemimpinan China.

Hanum Rais beberapa waktu lalu mem-posting beberapa curhat di media sosial Instagram terkait dengan sosok bapaknya. Menjelang usianya yang semakin senja, Amien tak pernah absen turun ke jalan mengikuti aksi Bela Islam. Menurut Hanum, tidak ada ambisi apa pun yang disimpan di dada Amien kecuali ambisi keikhlasan. “Teman-teman, jika masih ada yang menganggap ayah saya ambisius, iya benar, ia ambisius, ambisius ikhlasnya,” ucap Hanum.

Amien bercita-cita memperbaiki keadaan. Dia tidak pernah lelah dengan optimismenya sendiri dan tidak pernah putus asa meskipun kadang fakta tidak sesuai dengan harapannya. “Yang namanya berjuang itu tidak ada kata akhir. Apalagi Bapak sudah semakin berusia, Hanum. Bahkan sampai mungkin nanti Bapak tidak ada, hasil tak selalu mencerminkan harapan. Tapi ya bismillah, itu saja modal Bapak," kata Amien kepada Hanum.


Penulis/Redaktur: Aryo Bhawono
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE