INVESTIGASI

Siasat Perlawanan Habib Rizieq

Rizieq Syihab tak mau dibilang kepergiannya ke Arab Saudi sebagai upaya melarikan diri. Sampai sekarang ia tak pulang-pulang.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Selasa, 13 Juni 2017

Suara Habib Rizieq Syihab terdengar nyaring lewat pengeras suara di kantor Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ratusan simpatisan FPI khusyuk mendengarkannya. Mereka menyambut sambungan telepon dari Arab Saudi itu bak berkah.

Kamis, 8 Juni 2017, malam, pengurus FPI menggelar acara 1.000 Yasin. Rizieq memberikan sambutan dari negara nun jauh di sana itu. Imam besar FPI tersebut tengah dirundung masalah hukum hingga “menyingkir” ke Arab.

“Dari Tanah Suci, saya tetap memonitor, saya tetap mengontrol. Saya tetap terus mengikuti perkembangan yang terjadi di Indonesia,” ucap Rizieq.

Lewat sambungan telepon selama sekitar 7 menit itu, Rizieq berusaha mempertahankan semangat simpatisannya. Rizieq menilai ia dan FPI tengah ditekan secara hukum dan politik. Berkali-kali Rizieq menggaungkan perlawanan.

Habib Rizieq Syihab menjawab pertanyaan wartawan.
Foto: Beawiharta/Reuters


Selain dalam kasus pornografi, Rizieq diperiksa Polda Jawa Barat terkait kasus penodaan terhadap Pancasila dan orang yang sudah meninggal."

Rizieq didera kasus dugaan pornografi di situs baladacintarizieq.com. Pembicaraan melalui aplikasi percakapan telepon seluler merekam obrolan mesum diduga dirinya dengan Firza Husein.

Kasus ini bermula dari aksi demonstrasi Bela Islam 212 pada 2 Desember 2016. Firza merupakan Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana, yang juga terlibat dalam aksi itu. Ia ditangkap pada bulan yang sama atas dugaan makar bersama sejumlah tersangka lainnya.

Kala itu Firza mendapat dua kali panggilan pemeriksaan. Namun ia tak hadir tanpa pesan apa pun. Polisi melakukan panggilan paksa sekaligus penahanan. Pascapenahanan Firza, situs baladacintarizieq.com membeberkan komunikasi antara Firza dan Rizieq melalui aplikasi WhatsApp. Polisi pun mengusut kasus ini.

Selasa, 16 Mei 2017, Polda Metro Jaya menetapkan Firza sebagai tersangka. Penyidik telah memastikan perempuan bugil dalam foto yang dimuat website baladacintarizieq.com itu identik dengan Firza. Beberapa saksi memberikan keterangan yang mendukung langkah polisi ini.

“Dari hasil gelar perkara yang selesai pukul 22.00 WIB, dinyatakan status saksi FHM (Firza) menjadi tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Firza Husein setelah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Habib Rizieq terkait kasus dugaan pornografi di situs baladacintarizieq di Polda Metro Jaya, Senin (12/6/2017).
Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Firza dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan/atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan/atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Kasus itu pun akhirnya merembet ke Rizieq. Ia mendapat panggilan dari kepolisian, namun dua kali tidak datang. Pada 25 April 2017, panggilan pemeriksaan dilayangkan, namun Rizieq tak mengacuhkannya. Selanjutnya pada 26 April, surat panggilan kembali dilayangkan, namun Rizieq bergeming.

Upaya pemanggilan Rizieq ini menghadapi jalan buntu. Pada 28 April 2017, video yang diunggah oleh akun YouTube Muslim Bersatu menampilkan Rizieq tengah bertandang ke Madinah. Rizieq diketahui menunaikan umrah ke Tanah Suci Mekah.

Polisi pun menyebutkan bakal menunggunya pulang untuk pemeriksaan. “Tergantung penyidik, belum kami panggil. Kita kan melihat yang bersangkutan di mana. Masak ada di Tanah Suci kita panggil?” ucap Argo pada 3 Mei 2017.

Namun, pada 29 Mei, polisi menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Mereka menganggap alat bukti yang dimiliki penyidik sudah cukup untuk menaikkan status Rizieq. Ia dijerat dengan Pasal 4, 6, dan 8 UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Ilustrasi: Andhika Akbaryansyah/detikcom

Tapi tunggu punya tunggu, keberadaan Rizieq di Mekah dianggap menghambat proses penyidikan kasus baladacintarizieq. Mereka pun lantas memasukkan Rizieq dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 31 Mei 2017.

Pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, menuturkan kasus yang membelit kliennya berbau rekayasa. Ia menganggap telah terjadi kebocoran alat bukti. Logika hukumnya, seharusnya Rizieq dan Firza diposisikan sebagai korban, bukan tersangka.

“Habib meyakini ini adalah peristiwa politik, terkait dengan Pilgub DKI Jakarta kemarin. Tapi kok menjadi peristiwa hukum? Seharusnya polisi tak boleh mengarah pada kekuasaan tertentu,” ungkapnya.

Rizieq sendiri diklaim sudah dibantu oleh 700 pengacara untuk mendampinginya dalam permasalahan hukum ini. Salah satu pengacaranya, Sugito Atmi Prawiro, mengaku kaget atas penetapan kliennya masuk dalam DPO. Ia pernah ke Arab Saudi bertemu dengan kliennya itu.

Keberangkatan kliennya menunaikan umrah itu bukanlah upaya menghindari pemeriksaan. Beberapa agen perjalanan memang menyediakan paket umrah sepanjang bulan Ramadan. Kebetulan saja kliennya berangkat sebelum jadwal pemeriksaan.

Rizieq berangkat ke Tanah Suci bersama rombongan yang antara lain terdiri atas anak, menantu, cucu, istri, ibu mertua, dan pamannya.

Penelusuran detikX, beberapa paket umrah bulan Ramadan ini menyediakan paket ibadah 7-30 hari. Harga untuk paket 30 hari bervariasi, dari US$ 3.000 hingga US$ 5.000.

“Saya hampir setiap hari berkomunikasi sama beliau. Saya berangkat nggak bareng rombongan HRS (Habib Rizieq Syihab),” jelasnya.

Simpang siur kepulangan Rizieq dari Tanah Suci pun mengemuka. Tim pengacaranya berkali-kali menegaskan kliennya tak akan pulang selama kasus tersebut masih menjeratnya dan tidak segera dihentikan.

Bahkan Kapitra mengklaim kliennya sudah mendapatkan visa long stay selama 1 tahun ke depan di Arab Saudi. Sebelumnya, masa tinggal Rizieq di Arab berdasarkan visa umrah hanya sampai 12 Juni 2017. "Sudah ada long stay visa buat 1 tahun," ucap Kapitra.

Pihak kepolisian memberikan tanggapan dengan menyatakan akan meneruskan kasus ini. Mereka sudah mengirimkan red notice dan berencana mengirim blue notice ke kepolisian Arab Saudi. Kepolisian juga sudah menyiapkan skenario pengamanan jika Rizieq benar-benar pulang ke Tanah Air.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyatakan Rizieq Syihab masuk DPO.
Foto: Arif Kurniawan/detikcom

Kendati melakukan perlawanan dalam kasus baladacintarizieq, Rizieq agaknya kesulitan berkelit dari hukum. Selain dalam kasus pornografi, Rizieq diperiksa Polda Jawa Barat terkait kasus penodaan terhadap Pancasila dan orang yang sudah meninggal. Kasus ini dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Bukan hanya itu, Rizieq juga dilaporkan oleh pengacara dan tokoh masyarakat di Polda Bali terkait ucapan kebencian. Ujaran ini terucap dalam sebuah acara di Petamburan yang terekam dalam video berjudul “Sikap Imam Besar FPI terhadap ISIS”.

Masalah Rizieq sepertinya tak bakal selesai jika tak ada persidangan, apalagi jika ia tak pulang-pulang.


Reporter: Gresnia Arela F.
Redaktur: Aryo Bhawono
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE