INVESTIGASI

SONGSONG PILGUB JAWA TIMUR

Mencari Lawan Tanding Gus Ipul

Sejumlah nama digadang-gadang untuk menandingi Gus Ipul dalam pilkada Jawa Timur. Ada Khofifah, La Nyalla, dan M. Nuh.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 26 Juni 2017

Ada sejarah antara Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya, dan La Nyalla Mattalitti. Dalam dua kali pemilihan presiden, pada 2009 dan 2014, La Nyalla membantu penuh pemenangan Prabowo. Sudah lama La Nyalla berada di Gerindra, namun tidak masuk dalam struktur partai.

Maka, ketika mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia itu turun ke gelanggang pemilihan kepala daerah, Prabowo pun membalasnya. Gerindra akan mempertimbangkan memberikan dukungan kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu untuk mengikuti pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono pun hadir dalam acara buka puasa bersama Kadin dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Timur di Graha Kadin, Jalan Bukit Darmo Raya, Surabaya, 19 Juni 2017. Di forum itu pula, La Nyalla mengungkapkan niatnya maju dalam pilgub Jawa Timur. “Pendukung saya minta maju dari jalur perseorangan, tapi kalau saya dari partai,” kata La Nyalla.

Gus Ipul (berkemeja putih) mengambil formulir di PDIP Jatim.
Foto: Rois Jajeli/detikcom

Ferry mengakui kedatangannya ke Surabaya itu atas restu Prabowo. Sebelumnya, Prabowo juga mengutus Ferry menghadiri undangan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang juga berancang-ancang maju dalam pilgub Jawa Barat 2018. “Karena beliau berjasa pas pemilihan presiden. Etika politiknya, saya datang untuk menghadiri dan untuk memberi dukungan moral,” kata Ferry kepada detikX.

Menurut Ferry, La Nyalla berpotensi maju sebagai calon gubernur atau wakil gubernur karena figurnya cukup populer. Belakangan, La Nyalla juga memperoleh citra positif setelah dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi. La Nyalla divonis bebas terkait kasus dana hibah Kadin Jawa Timur 2011-2014 yang diusut oleh kejaksaan.

Hingga sejauh ini, belum ada penantang kuat tokoh petahana yang sudah dua kali menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut."

Kendati demikian, kata Ferry, Gerindra masih menjajaki calon lainnya. Beberapa waktu lalu, pengurus Dewan Pimpinan Daerah Gerinda Jawa Timur mendatangi tokoh Nahdlatul Ulama yang juga pemimpin Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Salahuddin Wahid. Mereka datang untuk meminta tolong agar Khofifah Indar Parawansa dibujuk supaya bersedia maju dalam pilgub Jawa Timur dan mendapat izin Presiden Joko Widodo.

Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Supriyanto mengatakan partainya juga menggadang-gadang Mohammad Nuh sebagai cagub. Masyarakat Jawa Timur merupakan basis kaum nahdliyin, sementara Menteri Pendidikan Nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga warga Nahdlatul Ulama. “Dia kan NU. Mantan rektor dan mantan Menteri Pendidikan,” ujar Supriyanto kepada detikX.

Ferry menilai harus ada dorongan terhadap figur-figur populer di Jawa Timur untuk maju ke ajang pilkada. Sebab, sangat disayangkan apabila di wilayah Jawa Timur yang begitu luas dan penduduknya yang sangat banyak, hanya ada calon tunggal untuk pilgub. “Jadi tokoh-tokoh harus didorong. Termasuk partai-partai lain harus juga berani mengusung nama-nama,” ujar Ferry.

La Nyalla Mattalitti
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Saat ini banyak pihak yang mengakui posisi Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sudah di atas angin dalam pilgub Jawa Timur. Elektabilitas Gus Ipul berada di puncak. Dan hingga sejauh ini belum ada penantang kuat tokoh petahana yang sudah dua kali menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Apalagi setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kabarnya tak direstui Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Risma dalam beberapa kali kesempatan juga menyebutkan enggan maju dalam pilgub. Dalam beberapa survei elektabilitas pilgub Jawa Timur, Risma berada di posisi kedua, setelah Gus Ipul. Posisi ketiga ditempati oleh Khofifah.

Setelah PKB mengukuhkan dukungannya, Gus Ipul semakin rajin melakukan pendekatan ke parpol-parpol, termasuk ke PDI Perjuangan, partai terbesar kedua di Jawa Timur, setelah partainya. Meski sudah didukung PKB, Gus Ipul tetap mengambil dan mengembalikan blangko pendaftaran cagub yang dibuka oleh PDI Perjuangan.

Pada 16 Juni 2017, Gus Ipul menyambangi kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jawa Timur di Jalan Raya Kendangsari, Surabaya. Maksud koalisi ini mendapat sambutan baik dari PPP. PPP mengibaratkan diri sebagai adik PKB. “Biasanya sebagai kakak, (PKB) akan mendukung dan membimbing adiknya. Sebagai adik, kami akan menghormati,” kata Ketua DPW PPP Musyafa Noer.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono
Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Setelah itu, PKB melanjutkan pendekatannya kepada dua partai lain, yakni Hanura dan Partai Amanat Nasional, untuk mengusung Gus Ipul. Safari yang diikuti oleh Gus Ipul itu dipimpin oleh Abdul Halim Iskandar, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur, yang juga kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Gus Ipul juga diklaim sudah mengantongi dukungan dari kiai seluruh Jawa Timur. Menurut anggota DPR PKB Dapil Jawa Timur, Ida Fauziah, PKB mendukung Gus Ipul atas rekomendasi para kiai ke PKB. Gus Ipul dianggap kader terbaik NU. “Akhirnya kiai-kiai di tiga zona itu merekomendasikan Gus Ipul,” kata Ida kepada detikX.

“Beberapa waktu yang lalu, DPD-DPW PKB Jawa Timur bersama rombongan DPP Pak Arif Iskandar membawa Gus Ipul datang ke kantor Golkar. Minggu yang lalu kita terima. Untuk menyamakan chemistry itu boleh-boleh saja, kan?” ujar Sahat, Sekertaris DPD Golkar.

Ketika dukungan kepada Gus Ipul makin jelas, pada saat yang bersamaan beberapa partai mulai menyodorkan nama cawagub. Seperti PAN yang menyorongkan Ketua DPW PAN Jawa Timur Masfuk. PDI Perjuangan sendiri menggelar penjaringan cawagub. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kurnadi mengisyaratkan partainya akan mengambil posisi wagub sambil membawa-bawa nama Gus Ipul.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Foto: Hakim Ghani/detikcom

“Yang lain-lain itu pendukungnya kalah perolehan kursinya, ya kita akan maju sebagai cagub. Kan tidak pantas," tutur Kusnadi, yang juga mengambil formulir pendaftaran cawagub.

Ketika parpol-parpol mengarahkan dukungan kepada Gus Ipul, Gerindra akan berkoalisi dengan PKS untuk mengegolkan calonnya. Apalagi kedua partai tersebut sudah punya perjanjian koalisi, seperti yang terjadi pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta lalu. “Tapi kami juga membuka komunikasi dengan partai-partai lain,” ujar Ferry.


Reporter: Ibad Durohman, Gresnia Arela F.
Redaktur: M. Rizal
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE