INVESTIGASI

Berani Lebih Murah
dari Toko Sebelah

Omzet minimarket besutan Anis-Sandi, OK OCE Mart, Rp 2-3 juta per hari. Bisakah menyaingi minimarket besar lainnya?

Ilustrasi: Edi Wahyono

Rabu, 22 November 2017

Posisinya nyempil, seperti terjepit di antara dinding bangunan di sebelah kanan dan kirinya. Minimarket OK OCE Mart di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, itu terletak menjorok ke dalam sehingga tak terlihat jelas oleh pengguna jalan. Hanya plang oranye di pinggir Jalan Raya Warung Jati Barat berbentuk bulat yang menjadi penandanya.

Minimarket yang didirikan oleh kelompok Hikmah Abdullah, Ketua OK OCE Kalibata, tersebut juga kalah jauh luasnya dibanding minimarket lain, seperti Indomaret, Alfamart, atau Circle-K. Yang dijual pun tidak selengkap minimarket-minimarket yang bertebaran di Jakarta. OK OCE Mart banyak menampung produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Siang itu, Rabu, 15 November 2017, tidak ada satu pun pembeli yang menyambangi OK OCE Mart Warung Buncit. Hanya ada seorang kasir dan dua pengelola, termasuk Hikmah. Namun Hikmah mengaku dagangannya cukup laris. “Insyaallah ramai. Ya, namanya orang belanja kan nggak menentu. Namanya juga rezeki, he-he-he...,” ucap warga Mampang, Jakarta Selatan, itu kepada detikX.

Hikmah menceritakan, OK OCE Mart yang dibinanya baru berumur dua bulan sejak diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Ia menyebut sekarang gerainya berjalan apa adanya dulu sebelum dapat mengembangkan bisnisnya tersebut. Rencananya, halaman minimarketnya bakal disewakan untuk pedagang kali lima buat menjajakan kuliner. Gudang juga akan diperlebar agar dapat menampung stok dagangan lebih banyak.

Gerai OK OCE Mart di AL-Azhar
Foto: Gresnia Arela F/detikX

Yang tak kalah penting, tuturnya, timnya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang keberadaan minimarket itu. Tujuannya agar masyarakat yang punya produk-produk rumah tangga mau memasarkannya di situ. Tentu dengan sejumlah syarat dan ketentuan.

“Kalau nggak punya label, nah, ayo, nanti dibikinkan. Kalau ada yang mau menaruh barang dagangan kan nanti ada aturan mainnya,” tutur Hikmah, yang juga mengelola minimarket serupa di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Kalau nggak bisa lebih murah, lebih baik jangan buka."

Dari pantauan detikX di berbagai minimarket OK OCE, memang bentuk gerainya masih sangat sederhana. Barang-barang yang dijual pun berbeda-beda di masing-masing gerai. Semua dagangan yang ada di OK OCE Mart Kalibata merupakan produk halal. Gerai OK OCE Mart Cikajang menjual rokok, yang tak ada di Kalibata.

OK OCE Mart di Cikajang merupakan salah satu minimarket yang boleh dibilang ramai pembeli karena dekat dengan perkantoran. Begitupun minimarket OK OCE Mart yang berada di lingkungan sekolah Al-Azhar Rawamangun, Jakarta Timur. Hanya, minimarket itu tutup pada akhir pekan karena menyesuaikan hari libur sekolah.

Gerai OK OCE Al-Azhar dikelola PT Muslim 212 Maslahat dan memajang berbagai barang kebutuhan guru, orang tua murid, dan masyarakat sekitar. Seragam sekolah disediakan oleh koperasi sekolah. Ada pula orang tua murid yang menitipkan dagangan minuman dan makanan.

Gerai OK OCE Mart di AL-Azhar
Foto: Ratu Ghea Yusria/detikX

“Kita lebih berfokus pada makanan, alat tulis kantor, dan minuman. Kalau sembako kita kurang. Konsep OK OCE Mart ini bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan,” tutur seorang pengelola, Mansur, kepada detikX.

Mansur menjelaskan gerainya menerima sejumlah barang produk dari 10-20 UKM yang dikelola orang tua murid dan guru. Semua jualannya selalu laku habis terjual. Namun dia tak terlalu memikirkan berapa peningkatan omzet setiap harinya. “Secara prinsip untuk omzet meningkat kita tak terlalu tahu. Yang jelas, beberapa produk yang kita jual termasuk laku,” katanya.

Di Al-Azhar, selain gerai OK OCE Mart, terdapat juga kantin. Sebelum ada OK OCE Mart, dulu banyak murid, orang tua/wali murid, dan guru yang jajan di gerai 7-Eleven. Tapi, karena gerai itu tutup, mereka beralih ke OK OCE. “Sekarang yang beli beralih ke sini,” tutur Mansur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh detikX dari Direktur Utama OK OCE Lilies Noorlismanie, omzet penjualan OK OCE Al-Azhar mencapai Rp 12-13 juta per hari, paling tinggi di antara minimarket serupa yang sudah beroperasi di Jakarta. Rata-rata minimarket itu mendapatkan Rp 2-3 juta per hari.

Secara harga, dibandingkan dengan gerai minimarket lainnya, cukup bersaing. Ada yang lebih murah, namun ada juga yang sama atau lebih mahal. Salah satu pengelola OK OCE Cikajang, Alex Asmasoebrata, bilang konsep OK OCE Mart memang harus lebih murah dibanding harga minimarket lainnya. “Nah, kalau nggak bisa lebih murah, lebih baik jangan buka,” ujar Alex kepada detikX di depan gerai minimarketnya.

Gerai OK OCE Mart di Kalibata, Jakarta Selatan
Foto: Ratu Ghea Yusria/detikX

Untuk bersaing, OK OCE mengandalkan kerja sama dengan pedagang-pedagang kecil yang berjualan di sejumlah warung. Artinya, dengan minimarket OK OCE, para pedagang kecil tetap bisa bertahan hidup. “Sekarang ada Indomaret dan Alfamart, jadi hancur kan mereka (toko-toko kecil). Dulu zaman Soeharto ada ketentuan tidak boleh dagang (minimarket) di kecamatan,” ujar Alex.

Mantan politikus PDI Perjuangan tersebut mengatakan OK OCE Mart ke depan bahkan akan dibangun lebih kecil lagi. Hal ini dilakukan untuk menampung kerja sama dengan pedagang kecil lainnya dalam wadah koperasi. Salah satunya untuk memberikan lahan pekerjaan kepada para penganggur.

Sementara itu, Corporate Communication GM PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Tbk Nur Rachman menyambut baik kehadiran OK OCE di tengah-tengah industri retail yang sedang menghadapi tantangan berat. OK OCE akan memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan kemudahan berbelanja.

“Alfamart menyambut baik program OK OCE Mart oleh Pemprov DKI Jakarta. Ini merupakan pertanda bahwa retail merupakan industri yang diakui memegang peranan penting dalam perekonomian di suatu daerah,” kata Nurachman kepada detikX.


Reporter: Ibad Durrohman, Gresnia Arela F, Ratu Ghea Yusria, Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: M. Rizal
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE