INVESTIGASI

Mimpi Anies Ikuti
Jejak Jokowi

“Pak Anies selalu siap! Sebagai pemimpin kan harus siap.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Jumat, 30 Maret 2018

Belum genap setahun Anies Baswedan menjabat Gubernur DKI Jakarta, kini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mulai digadang-gadang untuk menjadi calon wakil presiden.

Di kalangan internal Partai Gerindra, nama Anies begitu santer berembus sebagai bakal pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Anies juga menjadi salah satu bakal cawapres yang diajukan PKS, parpol yang akan berkoalisi dengan Gerindra.

Pengumuman tiga bakal cawapres Prabowo, termasuk Anies, akan disampaikan berbarengan dengan pendeklarasian Prabowo sebagai capres 2019. Kalau tidak mundur lagi, deklarasi bakal digelar pada 11 April nanti. "Insyaallah Mas Anies salah satunya," ucap Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade.

Hal yang sama dikatakan politikus Gerindra lainnya, Anggawira. “Anies jadi salah satu kandidat kuat pendamping Pak Prabowo. Tapi semuanya masih dinamis karena harus disepakati parpol koalisi, seperti PKS,” ujar Anggawira kepada detikX, Kamis, 29 Maret 2018. Pada gelaran Pilkada DKI Jakarta, Anggawira menjabat Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi.

Anies Baswedan saat menghadiri kampanye Pilkada DKI Jakarta di Jalan Matraman Dalam, Jakarta, 3 Februari 2017.
Foto: Ari Saputra/detikcom

Gayung bersambut, PKS pun mengaku siap menerima Anies meski mereka sudah mengajukan sembilan nama untuk capres dan cawapres dari kader internalnya, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, M Sohibul Iman, Salim Segaf Aljufri, Tifatul Sembiring, Al Muzzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

"Jika Gerindra mengajukan Mas Anies, seperti juga ajuan nama yang lain, akan segera kami bahas dalam musyawarah bersama," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Selasa, 27 Maret 2018.

Bagi PKS, sosok Anies sudah tidak asing lagi. Sebab, selama ini Anies secara pribadi punya hubungan sangat dekat dengan PKS. "Mas Anies figur yang dekat dengan PKS. Hubungan personal Mas Anies dengan PKS sangat dekat," tuturnya.

Masuknya nama Anies dalam daftar cawapres terkuat untuk Prabowo tentu mengejutkan. Pasalnya, saat maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, Anies berjanji, jika menang, tidak akan tergoda mengikuti Pilpres 2019. Dia berjanji bakal menunaikan tugas hingga tuntas.

Ya namanya orang ya harus tamat dulu, ya. Bahwa ada yang mengusulkan, saya tahu banyak, tapi Jakarta juga penting."

Jusuf Kalla, sesepuh Partai Golkar 

Hal tersebut dikatakan Anies dalam acara ‘Urun Rembuk Cagub DKI’ yang diselenggarakan Ikatan Alumni Universitas Indonesia di Jakarta, Selasa, 10 Januari 2017.

Ketika proses lobi Pilkada DKI berlangsung di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 22 September 2016, Anies juga berkomitmen kepada Prabowo untuk tidak maju dalam Pilpres 2019 apabila memenangi Pilkada DKI. Namun memang tidak dibicarakan bagaimana apabila Anies menjadi cawapres Prabowo.

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno merapat ke kantor DPP Gerindra, Jakarta, sesaat setelah hitung cepat Pilkada DKI Jakarta.
Foto: Lamhot Aritonang/detikcom

“Waktu itu dia (Anies) presentasi. Dia harus berkomitmen terutama kepada rakyat Jakarta, dan itu menandakan bahwa yang bersangkutan memang tidak ada niat nyapres dan bukan kutu loncat,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kala itu.

Saat ditanya soal namanya yang digadang-gadang sebagai cawapres Prabowo, Anies hanya melempar senyuman.

Rektor Universitas Paramadina periode 2007-2015 itu menyebut pertemuan di rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Maret 2018, malam, itu sebatas acara syukuran karena politikus Gerindra Ahmad Muzani menjadi Wakil Ketua MPR.

"Tadi malam nggak ada agenda. Jadi tadi malam itu saya dapat undangan syukuran dilantiknya Pak Ahmad Muzani menjadi Wakil Ketua MPR. Jadi acaranya potong tumpeng, kemudian tumpengnya diserahkan, lalu makan. Tidak ada yang lain," kata Anies.

Namun Anggawira menyatakan Anies bakal siap jika diminta maju di pilpres. “Pak Anies selalu siap! Sebagai pemimpin kan harus siap. Seperti kemarin di Pilkada DKI, kan diputuskan di detik-detik terakhir dan beliau siap,” katanya.

Soal janji Anies yang akan menuntaskan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah terpilih, kata Anggawira, bukan sebuah persoalan. Apalagi peluang Anies menjadi cawapres Prabowo sangat kuat lantaran elektabilitasnya yang cukup tinggi. Anies didukung publikasi serta kinerjanya sebagai gubernur yang dianggap cukup baik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah acara Dewan Masjid Indonesia, Januari 2018.
Foto: dok. Instagram @aniesbaswedan

Namun, bagi politikus senior Partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, jabatan Gubernur di DKI Jakarta tidak kalah penting. JK pun berharap Anies menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta terlebih dulu. "Ya namanya orang ya harus tamat dulu, ya. Bahwa ada yang mengusulkan, saya tahu banyak, tapi Jakarta juga penting," kata JK dalam acara Blak-blakan dengan detikcom.

Menurut JK, Anies dan siapa saja bisa mengajukan diri sebagai cawapres 2019. Namun, khusus untuk Anies, JK meminta agar berkonsentrasi terlebih dahulu pada tugasnya di DKI.

Pada 2013, JK mengusulkan hal serupa kepada Jokowi, yang ketika itu menjabat Gubernur DKI dan didukung maju pada Pilpres 2014. Namun kemudian Jokowi tetap maju menggandeng JK dan berhasil memenangi Pilpres 2014, mengalahkan Prabowo-Hatta Rajasa.

Ketika disinggung soal ini, JK cuma tersenyum dan manggut-manggut. Akankah Anies menempuh jalan yang sama seperti yang dilakukan Jokowi saat memilih maju ke Pilpres 2014 ketika masa tugasnya belum rampung?


Reporter: Ibad Durohman, Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho

[Widget:Baca Juga]
SHARE