INVESTIGASI

Kisah di Balik Ngabalin Masuk Istana

“Jangan, (setelah) kita diserang, baru kita kalang kabut. Ini semacam orkestra. Jadi harus satu irama,” kata Jokowi.

IIlustrasi: Edi Wahyono

Rabu, 30 Mei 2018

Sepekan sudah Ali Mochtar Ngabalin berkantor di Gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Ruang berukuran 4x5 meter berada di lantai dua Kantor Staf Kepresidenan (KSP) menjadi tempatnya sehari-hari bekerja.

Masuknya Ngabalin ke lingkaran Istana sangat mengagetkan. Sebab, politikus yang kini bernaung di Partai Golkar itu sebelumnya berada di seberang pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Malah dia pernah menjadi juru bicara pada tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang menjadi seteru Jokowi-JK pada Pilpres 2014.

Sekarang salah satu tugas mantan politikus Partai Bulan Bintang itu memperkuat jaringan komunikasi pemerintah dengan kalangan pesantren dan organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Ngabalin, yang menjabat Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, berada di bawah komando Eko Sulistyo, yang menjabat Kepala Deputi IV KSP.

Saat ditemui detikX pekan lalu di kantor barunya, pria kelahiran Fakfak, Papua Barat, 25 Desember 1968, tersebut, mengungkapkan langkahnya ke Istana cukup panjang. Sekitar sembilan bulan lalu, Nico Harjanto, Direktur Populi Center, sebuah lembaga survei, mengontaknya dan meminta waktu untuk bertemu dengan Menteri-Sekretaris Negara Pratikno.

Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Grandyos Zafna/detikcom

Saat itu Ngabalin mengaku sedang berada di salah satu percetakan di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Dia sedang membuat buku tentang hasil penelitiannya. “Rupanya Bung Nico itu staf Pak Pratikno. Dan ditelepon, Nico mengundang saya untuk bertemu dengan Pak Pratikno, bosnya,” ujar Ngabalin.

Sayang, Nico enggan menanggapi pernyataan Ngabalin soal dirinya menjadi jembatan antara Ngabalin dan Istana. Saat dimintai konfirmasi detikX via WhatsApp, Nico hanya mengatakan, “Maaf, saya tidak dalam posisi memberi komentar. Itu proses Pak Ngabalin di KSP,” begitu kata peneliti dari Centre for Strategic and International Studies tersebut.

Namun, kata Ngabalin, beberapa hari setelah telepon Nico, ia diminta datang bertamu ke Sekretariat Negara untuk bertemu dengan Pratikno. Dalam pertemuan itu, kata Ngabalin, Mensesneg bercerita tentang kondisi terbaru terkait dinamika politik dan situasi pemerintahan. Pratikno pun menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo kepada Ngabalin.

“Tapi saya tidak mungkin bertanya saat itu bantuan apa yang dapat saya berikan. Saya hanya bilang insyaallah. Saya sudah punya hati kepada pemerintahan ini. Punya hati dalam pengertian, ketulusan beliau, kerja beliau, kemudian mondar-mandir ke Papua. Bagaimana jalan dari satu titik ke titik lain di pegunungan bisa tembus. Itu kan, sebagai anak Papua, saya ada kebanggaan tersendiri,” katanya.

Presiden Joko Widodo dan Ngabalin
Foto : Dok. Ali Mochtar Ngabalin

Sejak itu komunikasi Ngabalin dengan Pratikno intens terjadi. Beberapa kali Ngabalin berkirim undangan acara Koordinasi Mubalig Seluruh Indonesia kepada Presiden Joko Widodo lewat Pratikno. Meski Jokowi tidak pernah datang menghadiri undangan tersebut dan hanya mengirim utusannya, salah satunya Pratikno, Ngabalin tidak pernah berhenti berkirim undangan.

Hingga akhirnya pada 23 April 2018 seorang staf SDM di KSP yang bernama Akbar Fajri menelepon. Di sambungan telepon itu, Akbar mengundang Ngabalin hadir dalam proses seleksi tenaga profesional KSP Bidang Komunikasi Politik pada Jumat, 27 April pukul 09.00 WIB.

Namun Ngabalin pada tanggal tersebut tidak bisa datang karena sedang ada acara di Medan, Sumatera Utara, selama tiga hari. “Setelah itu buat janji lagi, namun tidak pernah ketemu waktunya. Hingga 16 Mei saya baru bisa datang untuk seleksi. Setelah itu difoto dan dibikinkan ID card. Dan Senin, 21 Mei, saya mulai berkantor,” urai Ngabalin.

Menurut pria yang identik dengan sorbannya itu, praktis sebelum dilantik itulah ia dan beberapa staf khusus lainnya baru bertatap muka dengan Jokowi di Istana. Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan misi khusus kepada mereka untuk menghadapi aneka serangan dan menjelaskan capaian-capaian pemerintah kepada masyarakat.

Mensesneg Praktino
Foto : Christie Stefanie/CNN Indonesia

+ Jangan, (setelah) kita diserang, baru kita kalang kabut. Ini semacam orkestra. Jadi harus satu irama,” kata Jokowi.

- “Bagi kami, ini adalah amanah, dan Bapak tidak akan menemukan orang yang berkhianat di sini,” timpal Ngabalin.

+ “Ya, baguslah,” kata Jokowi.

Karena mendapat misi seperti itu, Ngabalin pun merasa sah-sah saja untuk berbicara mewakili pemerintah, meski Kepala KSP Moeldoko menyebut Ngabalin bukan juru bicara Istana. Sejak dilantik, Ngabalin pun langsung menanggapi aneka serangan dan isu politik menyangkut pemerintah.

Misalnya dalam kasus takjil puasa bertulisan #2019GantiPresiden. Ngabalin pun menyahut dengan komentar-komentar khasnya yang nyablak itu. “Mau nanti tarawih lagi, tarawih ganti presiden boleh, mau subuh ganti presiden, mau salat malam ganti presiden, mana-mana saja, sesuka hatinya," ujarnya.

Ngabalin tidak menjelaskan berapa kisaran gaji yang diterima setelah menjadi anggota Tim Ahli KSP, pejabat eselon I-B. Dia hanya menyebut dibekali mobil dinas berikut uang bensin untuk kegiatan operasional serta dua orang staf yang membantunya menyiapkan bahan-bahan atau materi terkait tugasnya kepada Deputi IV KSP untuk disetorkan kepada Kepala Staf Kepresidenan.


Reporter: Ibad Durohman, Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE