INVESTIGASI

BURSA WAGUB DKI

Menunggu Restu Kertanegara

Gerindra mengusung banyak calon untuk menduduki kursi wagub DKI. Siapa yang bakal menggantikan Sandiaga Uno?

Ilustrasi : Luthfy Syahban

Kamis, 27 September 2018

Rapat pimpinan DPD Gerindra DKI Jakarta di Hotel Gren Alia, Cikini Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 21 September 2018, sempat menjadi ajang berkeluh kesah para pengurus cabang partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Mereka curhat mengenai hengkangnya Sandiaga Uno dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Iya, banyak yang curhat kehilangan Pak Sandi,” kata Wakil Ketua Gerindra DKI Jakarta Syarif kepada detikX pekan lalu.

Pascadeklarasi pasangan capres-cawapres untuk Pilpres 2019, Prabowo-Sandiaga Uno, Kamis, 9 Agustus 2018, Sandi langsung mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI. Tak hanya itu. Sebagai bentuk deal politik dengan parpol pendukung, yakni PAN dan PKS, Sandi harus hengkang dari Gerindra. Jabatan terakhirnya adalah wakil ketua umum.

Kursi kosong DKI-2 yang ditinggalkan Sandi itu kini mulai panas. PKS mengajukan dua nama calon, yaitu Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Syaikhu merupakan calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang berpasangan dengan Sudrajat pada pilkada serentak beberapa waktu lalu. Sedangkan Agung merupakan Sekretaris Umum DPW PKS DKI.

Pasangan Capres-Cawapres mengikuti Pawai Deklarasi Pemilu Damai 2019-2024 di kawasan Monas dan Patung Kuda.
Foto : Andry Novelino/CNN Indonesia


Semua peserta rapim memberikan saran, pendapat, dan masukan. Semua menyebut nama Pak Taufik agar diajukan ke Gubernur Anies.”

Presiden PKS Sohibul Iman pada 18 September 2018 bilang kedua nama itu sudah dibicarakan dengan Prabowo. Tinggal menunggu diteken. "Pembicaraan kita dengan Pak Prabowo tadi, 'Pak, keppres pemberhentian Sandi sudah datang. Karena itu, kita harus segera ajukan dan dua nama dari PKS sudah siap, tinggal minta tanda tangan Gerindra,’” kata Sohibul.

Namun, karena Sandi diajukan Gerindra, partai itulah yang merasa paling berhak mengajukan calon. Maka rapim pekan lalu itu akhirnya menetapkan M Taufik, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, sebagai bakal cawagub yang akan disorongkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam waktu dekat.

Langkah Taufik tergolong mudah. Tentu saja, ia adalah Ketua DPD Gerindra DKI. Tidak ada satu pun pengurus DPC Gerindra yang hadir dalam rapat itu yang menolak pencalonan Taufik. “Semua peserta rapim memberikan saran, pendapat, dan masukan. Semua menyebut nama Pak Taufik agar diajukan ke Gubernur Anies,” lanjut Syarif.

M Taufik
Foto : Eva Safitri/detikcom

Menurut Syarif, Taufik adalah tumpuan harapan Gerindra untuk mereguk perolehan kursi DPRD DKI Jakarta sebanyak 30 kursi pada Pileg 2019. Target tersebut sebelumnya ditetapkan dalam rapim DPD Gerindra DKI Jakarta tahun 2017. Selain itu, Taufik dipandang mampu membawa kemenangan untuk Prabowo-Sandi di Ibu Kota.

Namun, sebelum dikirim ke Anies, nama cawagub DKI pada akhirnya juga harus disetujui oleh Prabowo. Sebab, keputusan ada di DPP Gerindra. Taufik sendiri mengklaim telah mendapat restu dari Prabowo ketika bertemu dengan mantan Danjen Kopassus itu pada Selasa, 25 September. “Pak Prabowo sih senyum-senyum saja. Saya mengartikannya restu-restu saja,” kata Taufik di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara No 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wakil Sekjen DPP Gerindra Sudaryono memastikan Prabowo belum memberikan keputusan resmi terkait cawagub DKI itu. Pada saat yang bersamaan, Taufik mendapat pesaing-pesaing baru dari Gerindra. Yang paling menonjol adalah Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, anggota DPR RI muda dari Fraksi Gerindra, yang juga keponakan Prabowo sendiri.

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Foto : Gibran Maulana/detikcom

Sara, begitu politikus perempuan berusia 32 tahun itu biasa disapa, diusulkan oleh organisasi sayap Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira). Tidar adalah kumpulan anak-anak muda kader Gerindra yang diketuai Aryo Djojohadikusumo, adik Sara. Kepada detikX, Sara mengatakan dukungan Tidar baru secara personal anggota. “Yang secara terbuka sudah mengklaim memberikan dukungan adalah DPD Gekira DKI,” katanya, Rabu, 26 September.

Menurut Sara, meski keponakan Prabowo, ia memastikan pencalonan cawagub DKI bukan urusan keluarga. Sampai sejauh ini, ia sendiri belum pernah berkomunikasi langsung dengan Prabowo terkait dengan bursa kursi nomor 2 di DKI Jakarta itu. Ayahnya, Hashim Djojohadikusumo, pun tak ikut campur.

“Saya terus menyampaikan kepada teman-teman bahwa kita harus menyadari dan menghormati mekanisme yang berjalan di partai. Bahwa keputusan dan wewenang hanya ada di pimpinan partai,” ucap Sara.

Taufik saat rapim DPD Gerindra DKI
Foto : Dok Pribadi Syarif

Surat keputusan rapat pimpinan DPD Gerindra DKI yang menetapkan Taufik
Foto : Dok Pribadi Syarif

Kendati tidak berambisi menjadi Wagub DKI, Sara siap jika memang diberi amanah dan mendapat kepercayaan dari partai. Ia bakal memastikan program-program yang digagas Anies-Sandi terwujud, termasuk OK OCE dan program rumah DP nol rupiah. “Saya pun ingin memastikan di setiap kebijakan, termasuk anggaran dan pembangunan, harus memiliki perspektif gender dan kelompok rentan,” tuturnya.

Bukan hanya Sara, ada dua nama kader Gerindra yang muncul sebagai kandidat Wagub DKI, yaitu Wakil Ketua Komisi II DPR F-Gerindra Ahmad Riza Patria dan anggota DPRD Komisi E Fraksi Gerindra Rani Mauliani. Nama Riza muncul setelah diusulkan jadi Wagub DKI oleh sayap Partai Gerindra, PP Satria. Ketum PP Satria, Moh Nizar Zahro, mengatakan usul itu disampaikan karena menilai Riza sebagai sosok yang berpengalaman dan kompeten untuk mengisi kursi DKI-2.

Sementara itu, nama Rani Mauliani mencuat sebagai salah satu kandidat Wagub DKI setelah namanya disebut oleh Ketua DPP Gerindra Habiburokhman. Habiburokhman menyebut Rani punya suara tinggi di Jakarta Barat dan jadi salah satu pelopor ambulans Gerindra. Nama Rani ikut dibahas di DPP Gerindra.

Momen pertemuan terakhir Anies dan Sandi saat Sandi pamit dari jabatan sebagai Wagub DKI
Foto : dok. Instagram Anies Baswedan

Melihat makin ketatnya persaingan kandidat wagub di kalangan internal Gerindra, PKS melobi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. PKS mulai mengenalkan Agung kepada Edi. Namun, menurut anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade, lobi itu tidak akan banyak berpengaruh. Sebab, siapa calon yang jadi akan diputuskan melalui rapat paripurna DPRD.

Sedangkan Syarif mengatakan, apabila Taufik yang diajukan ke DPRD oleh Anies, ada kemungkinan bakal menang. “Sekarang yang sudah resmi adalah Pak Taufik. Dan saya prediksi dia akan mendapat dukungan yang signifikan di DPRD DKI,” ujarnya.

Lantas, siapa yang bakal direstui Prabowo?


Reporter: Ibad Durohman, Syailendra Hafiz Wiratama
Penulis: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE