INVESTIGASI

Sampai Maut  Memisahkan Mereka

“Semoga hubungan kita langgeng sampai di kehidupan selanjutnya....Amin...amin.. ya Allah”

foto : Getty Images

Jumat, 2 November 2018

Sebuah pesan WhatsApp masuk ke ponsel Luthfiani Eka Putri tepat dini hari. Dari layar notifikasi Luthfiani langsung dapat mengenali siapa pengirim pesan. Sebab hanya ada satu orang yang kontaknya ia simpan dengan embel-embel emoticon bergambar hati.

“Selamat hari jadi istriku, semoga kamu bisa menjadi ibu yang kuat dan sabar untuk anak kita ya sayang,” tulis si pengirim pesan yang diberi inisial Hubby. Senyum simpul mulai mengembang di ujung bibir Luthfiani. Terlebih setelah ia melihat foto-foto kebersamaan yang juga dikirimkan suaminya, Deryl Fida Febrianto, 22 tahun.

Suami Luthfiani itu memang sengaja terjaga tengah malam hanya untuk mengirimkan serangkaian ucapan dan kata-kata mesra. Deryl tak ingin melewatkannya meski hanya satu detik pun. Sebab ia tahu sang istri sebetulnya agak kecewa karena mereka tidak bisa merayakan hari bersejarah itu dalam satu atap. Apa boleh buat, Deryl harus berangkat ke Jakarta karena urusan pekerjaan.

Tangga 28 Oktober merupakan hari penting bagi Luthfiani dan Deryl. Sebab persis setahun lalu, mereka mengikat janji sebagai sepasang kekasih. Luthfiani dan Deryl saling mengenal bukan barang sebulan dua bulan. Sejak kecil mereka berdua merupakan teman sepermainan. Kebetulan tempat tinggal mereka berdekatan. Luthfiani dan Deryl tinggal satu gang di Simo Pomahan Baru 67, Simomulya Baru, Surabaya. Selain itu keduanya juga teman mengaji di salah satu mushola dekat rumah.

Perwakilan NTSB, Boeing dan Basarnas, memeriksa serpihan-serpihan pesawat Lion Air PK-LQP
Foto : Credit By

Karena kedekatan yang sudah terjalin sejak lama, Deryl nekat meminang Luthfiani meski baru menjalin hubungan pacaran selama delapan bulan. Luthfiani pun tak ragu menerima pinangan Deryl. Di mata perempuan yang ia taksir ini, Deryl merupakan sosok pemaaf, humoris dan tidak egois.

Saya titip istri saya, jaga dia baik-baik'

Mereka berdua sepakat mengakhiri masa lajang pada 15 Oktober lalu. Luthfiani dan Deryl tak menyangka, jodoh mereka rupanya tetangga dekatnya sendiri. ”Apa pun kesalahan saya, dia nggak pernah ngomel. Malah saya yang sering ngomel sama dia,” Luthfiani menggambarkan sosok suaminya.

Baru dua hari menyandang status sebagai suami istri, mereka harus terpisah. Deryl yang kini berusia 22 tahun mendapat panggilan pekerjaan di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung. Deryl mendapat pekerjaan sebagai juru mudi kapal di PT Pelayaran Gebejaya Sejati. Ia ditugaskan membawa muatan kapal dari Pangkal Pinang menuju Singapura.

Ini merupakan pekerjaan pertama yang berhasil ia dapat. Tentu Deryl tak kuasa menolaknya. Apalagi saat ini, dia bukan lagi seorang bujangan, tapi kepala keluarga yang harus menafkahi keluarga kecilnya. Pada Rabu, 17 Oktober lalu, dengan berat hati Deryl berangkat dari rumahnya di Simopomahan menuju Bandara Juanda jam 4 pagi.

Sebelum ke Pangkal Pinang, Deryl diharuskan menetap di sebuah asrama di Jakarta. Deryl diantar oleh kedua orang tuanya ke bandara. Sebelum berpisah Deryl menciumi dan memeluk ibunya dengan erat. Deryl sempat membisikkan pesan kepada kedua orang tuanya. “Saya titip istri saya, jaga dia baik-baik,” ujar Deryl.

Serpihan-serpihan pesawat Lion Air PK-LQP
Foto : Getty Images

Sesampai di Jakarta, Deryl masih terus berkomunikasi dengan sang istri, entah itu lewat pesan WhatsApp maupun video call. Termasuk di hari pertamanya kerja, ketika Deryl berangkat menuju Pangkal Pinang dengan menumpang pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang.

Sebelum terbang, Luthfiani yang usianya terpaut satu tahun lebih tua bahkan sempat bercanda melalui WhatsApp. Luthfiani sempat mempertanyakan rambut suaminya yang agak berantakan. "Kenapa rambutnya," tanya Lutfiyani. Deryl pun menjawab "Kena angin pas di luar." Deryl bahkan sempat mengirimkan hasil swafoto duduk di bangku pesawat dekat jendela menggunakan masker dan memakai kaos abu-abu dan jaket jeans.

Luthfiani tidak pernah mengira, percakapan itu menjadi percakapan terakhirnya dengan suaminya. Deryl tercatat sebagai salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air. Pesawat naas itu hilang kontak 13 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta sebelum akhirnya ditemukan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi lalu.

Kabar duka itu Luthfiani terima dari mertuanya, Didik Setiawan. ”Tiba-tiba bapak mertua telepon, suruh melihat berita,” ujar Lutfiani. Begitu melihat berita di layar televisi, seketika badannya lemas dan gemetar. Tak percaya dengan apa yang diberitakan,  Luthfiani kembali mengecek foto tiket pesawat yang dikirim sang suami sehari sebelumnya. Hasilnya tetap sama, Deryl memang merupakan salah satu penumpang pesawat Lion Air yang jatuh itu.

Pencarian black box Lion Air PK-LQP
Foto : Detik.com

Kini sudah tiga hari berlalu sejak kabar duka itu ia terima, Luthfiani bersama keluarga besarnya tak berhenti berzikir. Memohon mukjizat di tengah kabar yang serba tidak pasti. Luthfiani sempat berjanji untuk tetap tegar menghadapi cobaan berat di kala perkawinannya yang baru seumur jagung. Namun ia kembali teringat pada pesan Deryl di peringatan hari jadi pacaran mereka yang pertama. “Semoga hubungan kita langgeng sampai di kehidupan selanjutnya....Amin...amin.. ya Allah, I LOVE YOU SO MUCH,” tulis Deryl ditambah gambar emoticon hati dibelakangnya.

Dari kamarnya, samar-samar Luthfiani mendengar berita dari televisi. Pasukan Basarnas dikabarkan kembali membawa kantong jenazah berisi potongan tubuh. Foto pernikahan di dalam ponsel yang ia pandangi sejak pagi tadi nampak berkabut. Sudah kesekian kali Luthfiani gagal menahan banjir air mata.

Sempat peluk sampai lima kali, terus bilang jaga diri baik-baik yang kuat

Kapan maut datang siapa yang tahu. Jika tak ada aral, pada 11 November nanti, Intan Indah Sari akan mengakhiri status lajang. Intan akan menikah dengan Rio Nanda Pratama. Pada Senin pagi lalu, Rio berniat pulang ke Pangkalpinang. Menurut Intan, Rio yang seorang dokter baru usai mengikuti seminar di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

“Mereka sudah lamaran,” ujar salah seorang kerabat Rio yang mendampingi Intan di Bandara Soekarno Hatta. Rio, seperti pula Deryl, terbang bersama pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan utara Kabupaten Karawang. Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret itu bekerja di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang. Intan mendengar kabar buruk itu dari teman satu kantor.

Kenangan terakhir yang diingat Intan, dia sempat memeluk tubuh Rio lima kali saat calon suaminya itu ingin terbang ke Jakarta. Intan juga berpesan kepada Rio untuk menjaga dirinya selama di Jakarta. "Sempat peluk sampai lima kali, terus bilang jaga diri baik-baik yang kuat," kata dia.


Reporter: DENI PRASTYO UTOMO, FAIQ HIDAYAT
Penulis: MELISA MAILOA
Editor: Sapto Pradityo

[Widget:Baca Juga]
SHARE