INVESTIGASI

DAPUR DEBAT CAPRES

Debut Debat Pak Kiai

“Orang dibuat penasaran menunggu debat berikutnya, performa (Ma’ruf) berikutnya kayak apa. Kalau sudah all out kan malah nggak menarik.”

Ilustrator: Edi Wahyono

Rabu, 23 Januari 2019

Bicara urusan debat dalam pemilihan umum, serahkan saja kepada Tina Talisa. Selain merupakan mantan presenter televisi yang punya jam terbang tinggi, Tina juga telah beberapa kali memandu acara debat di sejumlah pemilihan kepala daerah, mulai Pilkada DKI Jakarta, Maluku Utara, hingga Nusa Tenggara Timur.

Atas dasar latar belakang Tina itu pula, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir, memintanya terlibat dalam tim debat pasangan nomor urut 01 itu. Dan bukan kebetulan Tina tergabung di TKN sebagai Wakil Direktur Penggalangan Perempuan. Ia juga tercatat sebagai caleg DPR RI Dapil Jawa Barat dari Partai Nasional Demokrat, salah satu partai pengusung Jokowi-Ma’ruf.

“Karena itulah, sepertinya apa yang saya alami dan lakukan dulu sebagai moderator itu dirasa dan dianggap bisa sebagai gambaran pada saat simulasi dan pemantapan debat,” kata Tina saat dihubungi detikX, Rabu, 23 Januari 2018.

Selain Tina, ada dua lagi mantan presenter televisi yang digaet dalam tim debat Jokowi-Ma’ruf, yaitu Putra Nababan dan Meutya Hafid. Putra Nababan juga menjadi caleg PDI Perjuangan. Sedangkan Meutya merupakan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Di balik aksi debat perdana Jokowi-Ma’ruf pada Kamis, 17 Januari, di Hotel Bidakara, itu pun, terdapat profesional-profesional yang terlibat dalam memoles penampilan capres petahana. Sebut saja Riza Primadi, pakar komunikasi yang pernah menjadi staf Menteri BUMN Rini Soemarno. Juga Ipang Wahid, keponakan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, yang telah lama berkecimpung di strategi branding dan komunikasi politik.

Jokowi-Ma'ruf saat debat perdana, Kamis 17 Januari 2019
Foto : Dok. Setpres/Agus Suparto

Sejumlah nama lain dari TKN Jokowi-Ma’ruf juga bergabung di tim debat. Mereka adalah Direktur Komunikasi Politik Usman Kansong, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Wakil Direktur Saksi Lukman Edy, dan Direktur Program Aria Bima. Semua setidaknya berjumlah 15 orang. Tim debat Jokowi ini mulai bekerja sebulan sebelum debat berlangsung. “Persiapannya sebentar, sebulan. Tetapi lebih intensif setelah ada keputusan-keputusan teknis dari KPU, seperti rundown final, siapa saja panelisnya, siapa moderatornya, artinya itu makin intensif,” Tina menambahkan.

Wakil Sekretaris TKN Ahmad Rofiq mengatakan tidak ada hal khusus yang disiapkan oleh tim debat kepada Jokowi dalam debat perdana pekan lalu, terutama mengenai teknik debat dan penguasaan materi. Sebab, sebagai capres petahana, Jokowi sudah menguasai materi yang disodorkan Komisi Pemilihan Umum.

“Kita tidak melakukan, membentuk, panelis atau apa. Karena kita yakin kubu lawan akan agresif menanyakan soal program kerja Jokowi yang sedang dan telah dilakukan. Makanya Pak Jokowi lebih santai, karena apa pun yang ditanyakan pasti Jokowi bisa menjawab,” katanya kepada detikX pekan lalu.

Sementara itu, menurut Usman, banyak ahli dan pakar yang memberi masukan tapi tidak diarahkan kepada Jokowi. Bahan-bahan itu diberikan kepada para juru bicara TKN, yang berperan sebagai tim pelapis. “Beberapa ahli kita minta memberikan masukan kepada juru bicara dan influencer kita yang tampil di televisi, salah satunya Pak Yusril (Yusril Ihza Mahendra). Bukan ke Pak Jokowi, ya. Ada juga ahli-ahli lain yang memberikan masukan,” kata Usman kepada detikX, Selasa 22 Januari.

Tina Talisa
Foto : Instagram Tina Talisa

Sementara Jokowi sudah cukup terbiasa dengan debat, lain halnya dengan Ma’ruf. Ketua Majelis Ulama Indonesia nonaktif itu memang baru pertama kali ini mengikuti kontestasi pilpres. Itu sebabnya, Ma’ruf kabarnya harus menjalani beberapa kali simulasi khusus untuk debat sebelum simulasi terakhir bersama Jokowi di Djakarta Theater, 16 Januari 2019.

Dimintai konfirmasi mengenai hal itu, Tina hanya mengatakan memang ada persiapan khusus dari tim untuk Ma'ruf. Ia mengakui Ma’ruf menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Selain belum pernah tampil di panggung debat, Ma’ruf terbiasa berceramah mengenai agama dalam waktu yang tidak singkat.

“Kemarin itu kan hanya tiga menit. Itu pun di sesi awal visi-misi, selebihnya hanya 1-2 menit. Kalau kita bandingkan kebiasaannya sebagai kiai, kan ulama besar, yang paling pendek memberikan kultum selama 7 menit,” ucap Tina.

Putra Ma’ruf, Ahmad Syauqi, mengatakan, Ma'ruf hanya mencukupkan waktu untuk beristirahat di rumah sebelum debat supaya bisa fokus dan tidak kelelahan di panggung. "Nggak ada minum vitamin atau apa begitu. Tapi artinya jangan sampai kelelahan karena butuh fokus dan konsentrasi,” ujar pria yang akrab disapa Gus Syauqi ini kepada detikX, Rabu 23 Januari.

Mengenai kondisi fisik Ma’ruf, Ipang Wahid mengaku sempat mengusulkan kepada tim Ma’ruf, yang merupakan pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi, Banten, untuk memakai baju dalam. Sebab, suhu di ruang debat Hotel Bidakara waktu itu sangat dingin. “Pak Kiai kan biasa pakai jas ke mana-mana, terus tiba-tiba disuruh pakai baju yang sehelai gitu. Waduh, saya saja rontok, apalagi Pak Kiai,” ujar Ipang kepada detikX, Selasa 22 Januari.

Tim debat TKN Jokowi-Ma'ruf memberi briefing saat jeda debat 
Foto : Dok Ipang Wahid

Menurut Ipang, pada prinsipnya, ia harus membuat Jokowi dan Ma’ruf tidak tegang, keduanya harus relaks. Namun, kendati sudah melakukan simulasi, Ipang dan tim tetap harus mengawal Jokowi-Ma’ruf di sepanjang debat. “Kita ingetin ke Pak Jokowi kalau segmen berikutnya apa saja, format segmennya seperti apa,” katanya.

Pengamat politik Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun memberi catatan tersendiri mengenai porsi bicara Jokowi-Ma’ruf. Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih terlihat bisa membagi beban dalam debat pekan lalu. Hal itu menjadi cermin bagaimana pasangan tersebut bakal berduet bila terpilih. Sebaliknya, Jokowi sangat dominan waktu debat selama tiga jam itu.

“Kemauan untuk berbagi beban itu (Prabowo-Sandi) jauh lebih baik, ya. Berbagi jawaban antara capres dan cawapres itu lebih merata. Sandi lebih pride dibandingkan Ma’ruf,” kata Rico kepada detikX pekan lalu.

Tina mengatakan TKN akan melakukan evaluasi secara detail dalam minggu-minggu ini. Adapun tentang Ma’ruf yang hanya empat kali berbicara dalam debat, Syauqi tak melihat sebagai sebuah kekurangan. “Saya melihat malah performanya luar biasa. Orang dibuat penasaran menunggu debat berikutnya, performa berikutnya kayak apa. Kalau sudah all out kan malah nggak menarik,” katanya.


Reporter: Ibad Durohman, Gresnia Arela F
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE