INVESTIGASI

Dulu Rob Allyn, Kini Tsamanov

“Orang kita nggak punya duit, bagaimana?”

Foto : Rengga Sancaya/detikcom

Selasa, 12 Februari 2018

Pria berkemeja batik biru itu buru-buru masuk ke mobil Mazda CX-9 begitu keluar dari kantor Mien R Uno Foundation di Jalan Jenggala II Nomor 9, Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar akhir September 2018. Ia enggan bicara banyak ketika ditanya tentang tim kampanye media sosial pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pria itu adalah Roestiandi Tsamanov, nama yang belakangan cukup moncer setelah Sandiaga menyebutnya sebagai konsultan politik Prabowo-Sandiaga. Sandi mengungkap Tsamanov, yang asal Kecamatan Condet, Jakarta Timur, itu untuk menanggapi isu bahwa konsultan politik dari Rusia bercokol di tubuh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

Namun Tsamanov tetaplah sosok yang irit bicara. Kepada detikX, ia hanya mengatakan membantu Prabowo-Sandiaga dalam hal memberi masukan dan analisis politik. Pria dengan berewok tipis ini juga menegaskan tidak berada di struktur kepengurusan BPN Prabowo-Sandiaga. “Seperti yang saya sampaikan, saya tidak di tim BPN,” begitu kata Tsamanov, Selasa, 12 Februari 2019.

Juru bicara BPN Andre Rosiade mengatakan tidak ada konsultan asing di BPN. Dia mengakui, pada 2009, Prabowo sempat memakai jasa konsultan asing, yaitu Rob Allyn, pemilik perusahaan periklanan, public relations, dan pembuat film asal Amerika Serikat. Namun sekarang Rob Allyn sudah tak digaet sebagai konsultan. “Orang kita nggak punya duit, bagaimana?”

Andre bilang tugas Tsamanov adalah mengolah dan menganalisis data dari salah satu lembaga penyedia. Data itu berasal dari berita koran, media online, televisi, dan media sosial. Semuanya dipantau untuk mengetahui framing pemberitaan serta apa yang sedang menjadi trending topic.

Tsamanov dan Sandi saat Pilkada DKI Jakarta 2017
Foto : Instagram Tsamanov

Hasil analisis data oleh Tsamanov itu lantas dipakai Prabowo-Sandiaga sebagai materi kampanye, memetakan isu, serta menjawab isu yang sedang berkembang secara tepat. Selain itu, Tsamanov dan timnya melakukan survei untuk kepentingan internal Prabowo-Sandiaga.

“Tsamanov ini tim kecil. Dia yang presentasi di depan BPN. Pokoknya di timnya itu semuanya anak muda. Di bawah 40 tahunlah semua,” sebut Andre kepada detikX pekan lalu.

detikX menghubungi lembaga yang men-support data untuk Tsamanov dan timnya. Namun, saat dimintai konfirmasi, sang penyedia data itu meminta agar nama diri dan perusahaannya tak disebutkan. “Ini sensitif. Soalnya menyangkut netralitas, dan nasib 800 karyawan kami dipertaruhkan,” ujarnya, Minggu, 10 Februari.

Ia mengungkapkan, perusahaannya memang bergerak di bidang intelijen media, analisis data, dan kajian strategis dengan menggunakan teknologi artificial intelligence atau dalam bahasa sederhananya adalah perusahaan media monitoring biasa.

Ada 5.800 lebih media online di Indonesia dan media online 137 negara yang diambil datanya. Juga dari medsos, seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube. “Setiap orang, instansi, partai, ormas, dan lain-lain bisa langganan media monitoring sendiri dan memilih topik yang diinginkan sendiri. Topik apa yang dipilih sudah menjadi rahasia masing-masing mereka. Jadi kayak langganan koranlah,” ucapnya.

Andre Rosiade
Foto : Ari Saputra/detikcom

Untuk mendapatkan data dari lembaga itu, harga yang dipatok relatif murah, yakni Rp 5 juta per topik per bulan. Dengan membayar harga itu, pelanggan bisa mendapat semua data per topik secara real time.

Khusus untuk Prabowo-Sandiaga, analisis pemetaan dilakukan capres-cawapres itu sendiri, yang dalam hal ini oleh tim yang dipimpin Tsamanov. “Grup BPN ini pintar memanfaatkan teknologi,” ucapnya.

Tsamanov sebetulnya bukan pertama kali ini bekerja untuk Sandiaga. Pria kelahiran 1982 tersebut diketahui sudah lama dekat dengan Sandiaga. Bahkan Sandiaga disebut merupakan mentor bagi pengusaha muda yang berkecimpung di dunia teknologi dan smart city tersebut.

Di biodata akun LinkedIn-nya, Tsamanov menulis saat ini adalah CEO PT Laser International Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang perawatan peralatan industri. Pria lulusan Universitas Swiss German, Serpong, itu juga komisaris di PT BPPN, perusahaan properti di Tangerang.

Sandiaga sering memperkenalkan Tsamanov sebagai pengusaha muda yang sukses kepada tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga saat Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Sandiaga memang mengajak Tsamanov menjadi bagian tim suksesnya pada saat itu.

“Waktu itu Bang Sandi sering memperkenalkan, ‘Ini dia salah satu orang yang saya bimbing, saya bina. Sekarang sudah sukses. Dari awal karyawannya berapa, sampai sekarang punya 400 karyawan,’” ungkap Faransyah Jaya, salah satu mantan anggota tim sukses Anies-Sandi, kepada detikX, Selasa 12 Februari.

Roestiandi Tsamanov
Foto : Gresnia Arela F/detikX

Menurut Faransyah, sama dengan Pilpres 2019, Tsamanov pada saat Pilkada DKI bertugas menyajikan analisis medsos dengan teknologi yang dimiliki Tsamanov. Sedangkan dia sendiri berada di tim pakar dan entrepreneurship.

Setelah Sandiaga menang, Tsamanov kembali dilibatkan untuk program One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE). Bahkan saat ini Tsamanov duduk di kursi Dewan Pembina Perkumpulan OK OCE, yang dinakhodai oleh Faransyah sebagai ketua umum. “Website OK OCE, Tsamanov yang buat,” kata Faransyah.

Selain Tsamanov, lembaga survei disebut membantu untuk pemenangan Prabowo-Sandiaga. Isunya, salah satu nama yang mengemuka adalah Eep Saefullah Fatah, pemilik bendera PolMark Indonesia, yang disebut sebagai lembaga survei dan konsultan Prabowo-Sandiaga.

Namun, saat dimintai konfirmasi, Eep Saefullah Fatah menegaskan, dalam Pilpres 2019, tidak membantu para paslon yang sedang bertarung. Dalam pemilu kali ini, PolMark hanya memiliki satu klien, yaitu Partai Amanat Nasional.

“Saya dan PolMark Indonesia sudah sejak beberapa bulan lalu memutuskan tidak menjadi konsultan Jokowi-Amin maupun Prabowo-Sandi. Jadi, jika ada selentingan berita yang menyebutkan kami konsultan salah satu kandidat, sudah jelas bahwa itu tak benar,” begitu kata Eep melalui pesan WhatsApp.


Reporter: Ibad Durohman
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE