INVESTIGASI

Cerita 30 Pakar di Lingkaran Debat Prabowo

Prabowo dikelilingi tiga puluh ahli untuk membantu debat soal energi, infrastruktur, pangan, dan lingkungan hidup. Namun, Prabowo dinilai masih kurang bicara berdasarkan data.

Foto : Willy Kurniawan/REUTERS

Senin, 18 Februari 2019

Secangkir kopi hitam menjadi teman diskusi mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kwik Kian Gie dengan Sandiaga Uno pada Rabu, 13 Februari 2019, pagi di Restoran Merah Delima, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan. Keduanya sengaja bertemu untuk berdiskusi terkait materi debat kedua Pilpres 2019, yang bakal digelar di Grand Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019.

Sejatinya pertemuan tersebut akan dihadiri oleh Prabowo Subianto. Namun, karena Prabowo punya agenda di Jawa Tengah, mantan Danjen Kopassus itu tidak ikut dalam pertemuan. Karena Sandi pun sibuk, diskusi empat mata itu hanya berlangsung singkat.

“Saya hanya memberi bahan tertulis yang berisi pointer atas semua masalah yang perlu diperhatikan. Sangat ringkas saja,” ungkap Kwik, yang juga merupakan penasihat pasangan Prabowo-Sandi, kepada detikX pekan lalu.

Sebelum bertemu dan berdiskusi dengan Sandi, ungkap Kwik, sepekan sebelumnya dirinya sudah memberikan masukan dalam bentuk buku kecil semacam booklet. Namun buku kecil itu masih dianggap tebal dan banyak halaman sehingga Kwik diminta membeberkan intisari buku tersebut.

Masukan yang diutarakan Kwik antara lain soal bahan bakar minyak. Dewasa ini konsumsi BBM di Indonesia per hari sebanyak 1,6 miliar barel. Sedangkan minyak yang disedot dari tanah oleh kita 800 ribu barel per hari dan bagian indonesia cuma 50 persen, karena 50 persen lainnya untuk kontraktor asing.

“Nah, artinya apa? Setiap hari Indonesia itu tekor 1,2 miliar barel per hari. Dan itu harus diimpor,” ujar Kwik.

Materi lainnya soal ketahanan pangan. Sampai saat ini Indonesia dianggap belum berdaulat di bidang pangan. Selain itu, nilai rupiah saat ini mengalami depresiasi atau mengalami penurunan hingga 4.000 persen sejak era 1970-an hingga saat ini. Sedangkan Thailand dan Filipina hanya mengalami penurunan 700 persen. Itu yang terburuk setelah Indonesia. “Jadi memang booklet itu sudah lama saya persiapkan khusus untuk tim Prabowo-Sandi, tidak diberikan kepada siapa-siapa,” ucap Kwik.

Nah, hasil pertemuan kemudian akan disampaikan Sandiaga kepada Prabowo. Sebab, yang akan berhadapan hanya Prabowo dan Joko Widodo di debat yang bertema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam tersebut.

Jokowi dan Prabowo bersalaman setelah debat kedua selesai.
Foto : Willy Kurniawan/REUTERS

Menurut informasi yang diperoleh detikX, selain Kwik Kian Gie, beberapa tokoh, seperti mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, Tim Ahli Pusat Studi Kerakyatan UGM (2005-2010) Ichsanuddin Noorsy, serta sejumlah akademisi dan relawan, diajak berdiskusi menjelang debat kedua kemarin.

“Saya hanya ikut satu kali diskusi. Masih di bulan Februari pastinya. Lokasi diskusi di Hambalang (Rumah Prabowo). Ada beberapa orang juga yang ikut diskusi, termasuk Pak Prabowo. Tapi Bang Sandi tidak ada waktu itu,” ungkap Ichsanuddin saat dimintai konfirmasi detikX pekan lalu.

Selain enggan menyebut siapa saja yang hadir di dalam diskusi di Hambalang, Ichsanuddin menutup rapat materi diskusi yang dibahas. “Kalau soal itu (materi diskusi), tanya saja sama Sudirman Said atau Ferry Mursyidan Baldan. Mereka berdua yang mengurus persiapan debat Pak Prabowo,” tuturnya.

Namun, di banyak diskusi yang digelar BPN, Ichsanuddin antara lain mengusulkan masalah infrastuktur, yang harus cepat, efisien, dan aman. Infrastruktur harus menghubungkan antarpusat produksi, tidak cuma antartempat sehingga jalan tol, misalnya saja, kosong.

“Kemudian pangan. Di era Jokowi memang ada ketahanan pangan, dari peringkat 74 ke peringkat 66. Peringkat membaik karena ketersediaan pangan kita tinggi. Nah, tapi persediaan dari mana? Ketahuan dari impor. Kan memang tesis tentang ketahanan pangan tidak peduli sumbernya dari mana yang penting ada. Nah, kalau begitu kita terdikte, kalau di internasional terjadi gejolak, di kita juga akan terjadi gejolak,” katanya.

Rizal Ramli enggan berterus terang saat dimintai konfirmasi detikX tentang didapuknya dia sebagai pakar untuk materi debat Prabowo. “Pokoknya kamu kasih judul saja, (Rizal Ramli) lebih tertarik main catur bersama cucu ketimbang ngurusi debat,” katanya pekan lalu.

Kwik Kian Gie (tengah)
Foto : Zhacky-detikcom

Sementara itu, Ferry Mursyidan Baldan, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, kepada detikX mengakui diskusi persiapan materi menuju debat kedua dilakukan secara maraton selama dua minggu bersama sejumlah tokoh, pakar, dan relawan. Hampir setiap hari Direktorat Debat BPN, yang beranggotakan antara lain Sudirman Said dan Ferry, membuat focus group discussion.

Mereka diminta memberi masukan kepada pasangan Prabowo-Sandi tentang sejumlah hal terkait tema debat. “Masukan-masukan itu kemudian dirumuskan dan diselaraskan dengan visi-misi capres-cawapres,” kata Ferry Mursyidan Baldan kepada detikX pekan lalu.

Lokasi diskusi, menurut Ferry, semua di Jakarta. Namun dia enggan membeberkan siapa saja yang menjadi pemberi masukan atau peserta diskusi. Ferry juga mengatakan, sehari sebelum debat, Prabowo diminta menjalani relaksasi alias menenangkan diri supaya lebih fokus dalam debat yang hanya akan diikuti capres, yakni Jokowi dan Prabowo, itu.

Adapun Sufmi Dasco Ahmad, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandi, mengatakan, selain pakar, anggota DPR dari partai koalisi juga diminta memberi masukan, khususnya soal infrastruktur dan energi. Sebelum disampaikan di arena debat, kata Dasco, isu dan gagasan dari konsep debat itu dilontarkan Prabowo ke publik (soft launching) lewat pidato kebangsaan.

“Dari situ kemudian dievaluasi respons dan tanggapan publik untuk kita lengkapi agar di acara debat lebih tajam dan maksimal,” katanya kepada detikX pekan lalu.

Menjelang sore sebelum debat berlangsung, Minggu, 17 Februari, Prabowo masih mengumpulkan ahli-ahli dan para punggawa BPN di rumahnya di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan. Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu, yang diundang dalam acara itu, menyebut ada sekitar 15 pakar berkumpul dari 30 pakar yang digaet BPN.

“Jadi kita memang disuruh standby untuk memberikan penjelasan bilamana Pak Prabowo ingin bertanya soal materi debat. Sore itu kita tidak bareng sama Pak Prabowo. Pak Prabowo di ruang terpisah. Nah, jadi kita-kita diskusinya hanya dengan tim debat saja. Misalnya ditanya ini maksudnya apa, kita jelaskan. Nah, nanti tim itu yang akan menyampaikan kepada Pak Prabowo,” kata Said Didu kepada detikX, Minggu, 17 Februari.

Ferry Mursidan Baldan, Sudirman Said, dan Dahnil Anzar Simanjuntak
Foto : Lamhot Aritonang/detikcom

Namun masukan-masukan yang diberikan sejumlah pakar dan relawan agaknya kurang maksimal ditampilkan Prabowo dalam debat semalam. Setidaknya hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam penilaiannya terhadap debat kedua tersebut.

Menurut Rico Marbun, Jokowi menguasai data dengan detail saat debat melawan Prabowo. Sedangkan Prabowo, dinilai Rico, kekurangan data yang lengkap. Misalnya terkait pengelolaan nelayan, Jokowi relatif berhasil membantah kritik Prabowo dengan memaparkan data yang lebih detail. “Saya melihat Pak Prabowo dalam debat jangka panjang agak kekurangan detail data atau stamina penyediaan data kurang lengkap,” begitu kata Rico.

Prabowo juga terlihat kurang detail ketika melempar pertanyaan ke Jokowi, misalnya soal impor pangan. Ia hanya mempertanyakan dalam empat tahun memimpin, Jokowi banyak mengimpor pangan. ”Ada datanya semua. Ini terus terang saja yang kami dengar sangat memukul kehidupan petani kita. Petani tebu panen, tapi gula dari luar masuk jutaan ton,” tandas Prabowo.

Kemudian mengenai sarana transportasi publik, Prabowo menyoroti biaya pembangunan Light Rail Transit dan Mass Rapid Transit yang tidak lebih efisien dibanding di luar negeri. Pembangunan tersebut juga belum memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, tak ada angka-angka rill yang disodorkan Prabowo kepada Jokowi.

Meski begitu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memuji penampilan Prabowo dalam debat putaran kedua semalam. Menurutnya, Prabowo tampil sangat luar biasa. Prabowo juga sangat bersabar ketika menghadapi serangan-serangan dari Jokowi. “Pak Prabowo luar biasa, ya. Pak Prabowo sekarang memiliki kesabaran yang luar biasa,” ujar Zulkifli.

Prabowo sendiri mengatakan dirinya puas dengan pelaksanaan debat kedua. “Okey, lah, ya,” katanya. Menurut Prabowo, serang-serangan terjadi di sepanjang debat dan ia menganggapnya biasa. Ia menyarankan agar Sandiaga di debat ketiga bulan depan tetap santun dan menghormati lawan. “Di ruang debat keras-kerasan, habis itu bersahabat lagi,” cetus Prabowo. “Saya ingin makan mie rebus, pakai pangsit,” pungkasnya.


Reporter: Ibad Durohman
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE