INVESTIGASI

Kampanye Terbuka

Deretan Menteri
di Kampanye Jokowi

Sejumlah menteri terlibat dalam kampanye terbuka Jokowi-Ma’ruf.
Ada yang disemprit Bawaslu.

Foto: Para menteri KIK mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (5/3/2018) (Rengga Sancaya/detikcom)

Rabu, 03 April 2019

Deretan nama menteri Kabinet Indonesia Kerja sudah tercatat sebagai juru kampanye (jurkam) di sejumlah daerah. Mereka bakal ikut kampanye terbuka untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo–Ma’ruf Amin. Dari data yang diperoleh detikX, mulai 2 April 2019, menteri yang akan menjadi jurkam di wilayah Provinsi Banten adalah Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita untuk wilayah Tangerang Selatan, Menpora Imam Nahrawi di Kabupaten Serang pada 11 April, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Kampung Cidahu, Pandeglang, 6 April.

Untuk wilayah Jawa Timur, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan kampanye di Gresik pada 11 April. Di Pamekasan, Madura, kampanye Jokowi-Ma’ruf akan diisi oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin. Menristekdikti M. Nasir kebagian di wilayah Genteng, Banyuwangi.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga kebagian kampanye di Madiun. Sedangkan Menkominfo Rudiantara di Sidoarjo. Adapun Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo bertugas sebagai jurkam untuk tiga wilayah di Provinsi Jambi. Demikian pula dengan Menteri KLH Siti Nurbaya yang berkampanye di wilayah yang sama. Tidak ketinggalan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) tersebut kebagian tugas jurkam untuk empat wilayah di Sumatera Utara.

Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Daniel Johan saat dikonfirmasi detikX, mengatakan, tugas menteri ke sejumlah daerah saat kampanye terbuka hanya ikut mendampingi Jokowi. “Soal menteri yang juga ditugaskan untuk jadi koordinator di tiap provinsi saya tidak begitu tahu, ya. Memang ada beberapa menteri yang tugasnya hanya mendampingi saja kemana Pak Jokowi hadir dalam setiap kunjungan ke daerah,” jelas Daniel kepada detikX, pekan lalu.

Jokowi dan Iriana saat kampanye terbuka di Mamuju, Sulawesi Barat, 28 Maret 2019 
Foto : Dok Agus Suparto

Sementara Wakil Ketua TKN Ahmad Rofiq mengatakan menteri bukan menjadi prioritas untuk jurkam, dan tidak diberi tugas untuk pemenangan pilpres. Kecuali jika menteri tersebut berasal dari partai. “Tetapi kan menteri juga bisa menjadi juru kampanye kalau dia ambil cuti. Apalagi menteri dari parpol, menteri dari Golkar, PKB segala macam kan tidak bisa dilepaskan bahwa dia dari parpol,” ucap Rofiq kepada detikX, pekan lalu.

Bayangkan misalnya ada 10 ribu orang yang hadir di kampanye akbar melakukan door to door minimal 10 rumah, tentu bisa meraup suara yang banyak.'

Kendati begitu, Mendes Eko Sandjojo pada 26 Maret 2019 lalu mendapat sanksi teguran oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebab, Eko dinilai telah melakukan pelanggaran pemilu di luar jadwal kampanye terbuka. Eko dinilai telah melakukan kampanye tanpa izin cuti dari Presiden ketika melakukan sosialisasi dana desa di Sulawesi Tenggara.

Menteri lain juga tidak lepas dari tudingan berkampanye untuk Jokowi-Ma’ruf. Tudingan berasal dari Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab terhadap Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Dari yang didengar Rizieq, Retno mengajak staf KBRI Riyadh untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf ketika berkunjung ke Arab Saudi.

Namun hal itu langsung dibantah Direktur Perlindungan WNI Kemlu Lalu M Iqbal. Menurutnya, Rizieq memperoleh informasi yang salah mengenai kunjungan Menlu ke Arab. Menlu ke KJRI Jeddah, bukan KBRI Riyadh, untuk membuka secara resmi fasilitas pelayanan publik terkait perlindungan WNI. "Jadi nggak mungkin (Menlu) mengarahkan kepada salah satu pasangan calon," kata Iqbal.

Mendes Eko Sandjojo (kiri) yang ditegur Bawaslu karena kampanye tanpa izin cuti.
Foto : Dok Kemendes

Wilayah Kampanye

Soal penentuan wilayah kampanye terbuka Jokowi-Ma’ruf, Daniel mengatakan, dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan. Pertama, sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebab tidak boleh berada di wilayah yang sama di waktu yang sama dengan lawan. Kedua, atas masukan dari teman-teman di Tim Kampanye Daerah (TKD).

Sedangkan untuk wilayah pertempuran yang menjadi fokus masih di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. “Kita saat ini sudah unggul jauh di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sekarang kita intens di Jawa Barat dan menurut laporan terakhir kita sudah bisa menang di Jawa Barat,” terang Daniel. Untuk wilayah Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, tugas khusus diberikan ke Ma’ruf. Sementara sisanya digarap oleh Jokowi. “Karena kita melihat karakter pemilih Kiai Ma’ruf potensial di wilayah itu (Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta),” ungkap Daniel.

Hal yang paling penting dari kampanye terbuka adalah sebagai wadah instruksi massal bagi para relawan, caleg, serta para pendukung paslon nomor 01 untuk melakukan aksi door to door pascakampanye akbar berlalu. “Bayangkan misalnya ada 10 ribu orang yang hadir di kampanye akbar melakukan door to door minimal 10 rumah, tentu bisa meraup suara yang banyak.”

Sedangkan menurut Rofiq, Jokowi diplot ke wilayah yang persentase selisihnya dengan capres Prabowo Subianto tipis. Dengan demikian bisa menaikkan dukungan Jokowi di daerah itu. Meski begitu, kadang-kadang Jokowi juga hadir di basis massanya sendiri. Terutama di wilayah-wilayah yang menangnya tidak terlalu telak. Menurut hasil survei internal yang dikantongi Rofiq, seluruh Jawa sudah dimenangkan. Hanya saja selisihnya masih bervariasi. Dengan adanya kampanye akbar diharap Jokowi bisa menang tebal.

Namun, dari sejumlah gambar dan video yang beredar di media sosial, jumlah massa yang hadir dalam setiap kampanye akbar yang dihadiri Jokowi maupun Ma’ruf dianggap netizen kalah banyak dengan massa pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno. Menanggapi hal itu, kata Rofiq, tergantung siapa yang mangambil gambar atau tergantung sudut pandang. “Tetapi kita juga manyaksikan seluruh rangkaian kegiatan Pak Jokowi selalu ramai. Di Sulawesi Selatan massa tumpah ruah di jalan-jalan,” ujar Rofiq.

Direktur Relawan TKN, Maman Imanulhaq
Foto : Dok Istimewa

Dia tidak menampik jika massa yang datang dalam kampanye akbar merupakan hasil mobilisasi bukan inisiatif pendukung. Alasannya, semua partai pendukung capres dari dua kubu tentu melakukan mobilisasi supaya bisa berjalan tertib dan teratur. “Kalau tidak ada mobiliasai mereka datang pakai apa? pakai motor? Kan kasihan. Jadi mobilisasi itu bersifat sukarela memfasilitasi agar mempermudah akses saja,” elak Sekjen Perindo tersebut.

Sedangkan Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq bilang kampanye terbuka berguna untuk melihat soliditas masing-masing pendukung capres. Selain itu untuk mendapatkan gambaran sampai sejauh mana persiapan menghadapi hari pencoblosan pada 17 April 2019. “Dari pantauan saya secara langsung di Sulawesi, seperti Manado, dan Makassar ditambah Sorong dan sebagainya, antusiasme pendukung Jokowi-Ma’ruf sangat tinggi,” kata Maman kepada detikX, Senin 1 April.

Bicara target, ada 10 provinsi yang pada Pilpres 2014 Jokowi kalah dijadikan battle ground. Misalnya di Jawa Barat yang mengalami kekalahan cukup telak. TKN dan relawan kemudian menetapkan sepuluh kabupaten/kota di Jawa Barat sebagai fokus utama semisal Kabupaten Bogor, Garut, Sukabumi, Tasik, Bekasi, Depok, juga Cianjur.

Maman juga menyitir pernyataan miring para netizen terutama dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo–Sandi yang menyebut kampanye Jokowi jumlah massa yang hadir lebih sedikit dibanding Prabowo. “Saya ingin mengklarifikasi soal BPN yang selalu mengklaim massanya lebih banyak. Padahal pengamatan kami di lokasi yang sama, seperti Makassar, massa lebih banyak 01. Kan selalu muncul di meme itu, kita baru persiapan langsung di foto sama kubu 02, dibikin berita seolah-olah kampanye 01 itu sepi,” sesal Maman.

Dikatakan Maman, pihaknya juga sering mendapati Sandi yang hanya berpidato di hadapan kursi-kursi kosong. Namun pihak BPN berkelit jika foto itu diambil saat gladi resik. “Bagi kami yang penting itu bukan masalah membludaknya massa tapi proses bagaimana relawan para pendukung 01 itu datang lalu mereka melakukan kerja-kerja lanjutan dengan mempersiapkan diri memenangkan 01 di tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing,” harap Maman.


Reporter: Ibad Durohman
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Irwan Nugroho

[Widget:Baca Juga]
SHARE