INVESTIGASI

Pesohor Gagal

Bergugurannya Bintang Partai Banteng

Sejumlah caleg kenamaan PDI Perjuangan gagal melaju ke Senayan. Karena dapil baru dan persaingan internal yang sangat ketat.

Bendera PDI Perjuangan
Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom

Kamis, 2 Mei 2019

Harapan Maruarar Sirait semakin tipis untuk kembali menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Ara itu terancam kandas melenggang ke Senayan untuk keempat kalinya lantaran harus bertarung di wilayah baru, yakni Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III, yang meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

“Sepertinya saya tidak lolos. Harus akui saja bahwa kita punya kekurangan, sehingga saya tidak terpilih lagi. Sebelumnya kan saya di Dapil SMS (Sumedang, Majalengka, dan Subang) selama tiga periode. Sekarang saya dipindahkan ke Kota Bogor dan Cianjur,” ujar Ara saat berbincang dengan detikX, Selasa, 30 April 2019.

Memang sebelumnya, selama tiga pemilu, Ara ditempatkan di Dapil Jawa Barat IX, yang meliputi Subang, Majalengka, dan Sumedang. Namun pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, Ara ditempatkan di dapil yang masih asing baginya. Bukan itu saja, dia menempati nomor urut buncit di dapil tersebut, yakni nomor urut 9.

Meski begitu, Ara tetap menghormati keputusan partai yang memindahkannya dari dapil yang selama ini dia kuasai. ”Tentu kita menghormati keputusan partai. Dulu saya nomor urut 1, sekarang saya nomor urut 9. Ya, nggak apa-apa, kan namanya kita berpartai. Saya menghormati proses demokrasi. Untuk itu, harus siap kalah dan siap menang. Saya sudah pernah merasakan tiga kali menang, dan sekarang saya diberi kesempatan untuk merasakan kekalahan dan saya harus terima dengan sportif,” begitu kata Ara.

Maruarar Sirait
Foto: Tsarina Maharani/detikcom


Nah, target saya adalah menangin Pak Jokowi. Jangan sampai kalah di dua kabupaten itu, serta menambah kursi PDI Perjuangan di Jatim. Kira-kira seperti itu. Dan target itu terpenuhi meskipun saya tidak terpilih.”

Dia tidak mau menduga-duga kenapa namanya tidak menjadi pilihan masyarakat Kota Bogor dan Cianjur. Namun, yang jelas, Ara mengaku sudah berkoordinasi dan membangun jaringan di semua pengurus anak cabang (PAC) di dapil tersebut, yang berjumlah 38 kecamatan, baik di Cianjur maupun Kota Bogor.

Tapi apa mau dikata. Ara, yang pada Pileg 2014 meraih suara terbanyak dengan raihan 130 ribu suara di Sumedang, Majalengka, dan Subang, harus bertekuk lutut di wilayah Bogor dan Cianjur.

Namun dia mengakui dapil yang jadi medan laga pada pileg kali ini sangat berat seiring dengan pileg dan pilpres yang digelar serentak. Dari target dua kursi dari sembilan kursi yang diperebutkan di Dapil Jawa Barat III, Ara memprediksi hanya satu kursi yang bisa didapatkan PDI Perjuangan.

Meski gagal, Ara mengaku legowo karena sebelumnya dia menyatakan akan pensiun dari anggota legislatif, yang dijalaninya selama 15 tahun. Pamitan pun sudah dilontarkan kepada para pendukungnya di Majalengka, Subang, dan Sumedang. Tapi, karena partai menugaskan, niat mundur itu pun urung dilakukan.

“Sebagai kader, kita harus tetap taat kepada partai. Ditempatkan di mana pun saya siap. Saya ditempatkan di Dapil SMS tiga kali saya siap. Ditempatkan di Bogor dan Cianjur dengan nomor urut 9 pun saya siap,” tegas Ara.

Sekalipun tidak akan aktif lagi di Senayan, Ara mengaku sudah mempersiapkan kesibukan baru, yakni di bidang olahraga dan kebudayaan. Ara akan menyibukkan diri dengan urusan event sepakbola, catur, serta aneka kegiatan budaya.

Nasib yang sama sepertinya akan dialami rekan satu partai Ara di PDI Perjuangan, yakni Budiman Sudjatmiko. Anggota DPR dari partai berlogo banteng moncong putih selama dua periode itu diprediksi gagal hat-trick ke Senayan.

Budiman Sudjatmiko
Foto: Tsarina Maharani/detikcom

Sebelumnya, sejak Pileg 2009 hingga 2014, Budiman menempati Dapil Jawa Tengah VIII, yang meliputi Cilacap dan Banyumas. Di wilayah itu, Budiman berhasil mengantongi 68.861 suara pada pileg 2014 dan mengantarkannya ke Senayan. Namun pada pileg kali ini, Budiman menempati Dapil Jawa Timur VII, yang meliputi wilayah Ngawi, Magetan, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan.

Namun Budiman tidak resah meski akhirnya tidak lolos ke DPR. Pasalnya, kata Budiman, dirinya jauh-jauh hari sudah menyatakan tidak nyalon lagi.

“Jadi suatu saat saya, ketika mau penentuan daftar caleg PDI Perjuangan, bertemu Pak Hasto (Sekjen PDI Perjuangan). Saya bilang ke dia saya tidak akan nyalon lagi. Makanya saya tidak menyiapkan apa pun di dapil lama saya. Nah, kata Pak Hasto tidak boleh dan harus maju demi kemenangan Jokowi di pilpres,” jelas Budiman kepada detikX, Selasa, 30 April 2019.

Hijrahnya Budiman ke Dapil Jawa Timur VII itu pun demi kemenangan Jokowi di dapil baru tersebut. Sebab, pada Pilpres 2014, Jokowi kalah di dua kabupaten yang ada di dapil itu, dan kursi legislatif yang diperoleh PDI Perjuangan di sana hanya satu kursi.

“Nah, target saya adalah menangin Pak Jokowi. Jangan sampai kalah di dua kabupaten itu, serta menambah kursi PDI Perjuangan di Jatim. Kira-kira seperti itu. Dan target itu terpenuhi meskipun saya tidak terpilih,” kata Budiman.

Masalah lain yang membuat suaranya seret di dapil kali ini adalah dia harus fokus di Jakarta sebagai anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin sebagai influencer. Alhasil, karena kesibukannya itu, praktis Budiman aktif di dapil hanya tiga minggu terakhir. Untuk sementara, Budiman dikabarkan baru mendapat sekitar 46 ribu suara.

Eva Kusuma Sundari
Foto: Pradito R Pertana/detikcom

Sekalipun pada akhirnya tidak lolos ke Senayan, Budiman mengaku akan tetap loyal ke PDI Perjuangan dan akan tetap bekerja untuk partai di bidang pemberdayaan desa di bidang ekonomi dan teknologinya.

Caleg kesohor dari PDI Perjuangan yang tidak lolos ke DPR lainnya adalah Eva Kusuma Sundari, yang menempati Dapil Jawa Timur VI, yang meliputi Kediri, Blitar, dan Tulungagung. Dia kalah dari kawan separtainya, seperti Guruh Sukarno Putra, Arteria Dahlan, dan Sri Rahayu, di dapil itu.

“Persaingan internal PDI Perjuangan sangat ketat. Lima caleg PDI Perjuangan di dapil itu masuk ke sembilan besar suara terbanyak (individu). Saya menargetkan suara di sana 120 ribu suara, tapi cuma dapat 77 ribu,“ jelas Eva.

Gagal melenggang ke Senayan, Eva pun mengaku untuk sementara waktu memilih beristirahat dan mengurus anak.


Reporter: Ibad Durohman
Redaktur: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE