METROPOP

Lagi Bosan?
Mari Ngakak Bersama di 1Cak

“Kami mungkin memang gila, tapi tak cukup edan untuk membayangkan 9gag bisa jadi sebesar ini.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 15 Desember 2016

Pada hari yang membosankan setengah mampus delapan tahun lalu, Ray Chan bingung bagaimana mesti “menyalakan” suasana hatinya. Mahasiswa jurusan hukum di Universitas Hong Kong tersebut berharap saat itu pula muncul satu tombol di depannya yang bisa membuka pintu ke dunia yang penuh tawa.

“Saat itu Facebook belum populer di Hong Kong,” kata Ray Chan kepada e27 beberapa pekan lalu. Hanya aplikasi MSN Messenger yang jadi penghibur Ray dan teman-temannya di Asrama Ricci Hall. Lewat aplikasi itu, mereka berbagi lelucon. Tapi, menurut Ray, aplikasi ini kurang praktis untuk menikmati lelucon bareng-bareng.

Iseng-iseng, Ray dibantu beberapa temannya bikin situs 9gag untuk bersenang-senang. Melalui situs tersebut, Ray menyederhanakan proses mengunggah dan mengirim segala jenis lelucon: foto, gambar, meme, atau video. Tak disangka, 9gag disambut antusias oleh para penggunanya di seluruh dunia.

Bahkan tahun lalu situs 9gag, yang kini berkantor di Mountain View, California, dapat mencapai 164 juta kunjungan per bulan. “Kami mungkin memang gila, tapi tak cukup edan untuk membayangkan 9gag bisa jadi sebesar ini,” ujar Chan seperti dikutip dari laman Techinasia. Kini proyek iseng-iseng itu sudah jadi bisnis yang sangat serius. Paling tidak rata-rata ada 5 juta orang melongok 9gag setiap hari. Di Facebook dan Instagram, 9gag punya lebih dari 33 juta pengikut. Tapi satu hal tak berubah. ”Misi kami tetap sama: Membuat Dunia Tertawa.”

Saya mau meme yang saya buat enggak hanya menghibur, tapi juga mendidik.”

Muhammad Azka Ramadhan, anggota 1Cak

Di Indonesia, situs 9gag juga memiliki banyak penggemar setia. Seperti Roma Aji Kaloko atau yang lebih dikenal Aji Ramadhan. Setiap hari Aji dapat menghabiskan banyak waktu untuk membuka situs dengan slogan “Just for Fun” ini. Bagi Aji, memelototi lelucon-lelucon di 9gag terbukti ampuh mengusir penat.

Aji bisa ngakak sampai puas menikmati meme-meme Mr Bean, pemain bola basket Yao Ming, maupun Presiden Barack Obama yang kerap dijadikan meme di 9gag. Lama-lama dia terusik juga lantaran di Indonesia belum ada situs hiburan semacam itu. Padahal, menurut dia, banyak sekali isu ataupun kejadian lokal yang dapat dibuat sebagai tempat berbagi lelucon atau meme.

“Selama masih ada isu, berita, atau kejadian apa pun yang bisa dijadikan bahan humor atau meme, situs hiburan semacam 9gag akan selalu hidup. Enggak akan ada matinya. Makanya saya melihat ini sebagai peluang di Indonesia,” ujar lulusan Teknik Informatika di Universitas Telkom, Bandung, ini.

Pada 2012, saat Aji menempuh kuliah pascasarjana, ia membeli domain bernama 1Cuk.com. Ketimbang bekerja sebagai web developer, pria kelahiran Sragen, Jawa Tengah, ini memilih bekerja sendiri dengan mengembangkan situs lelucon ala 9gag. Belakangan, Aji mengganti domain 1Cuk menjadi 1Cak. Alasannya, kurang enak didengar, bahkan menurut sebagian temannya mengandung konotasi negatif.

Nama boleh ganti tapi konten yang disajikan 1Cak tidak mengalami perubahan. Pada awal berdirinya, Aji sendiri yang membuat konten-konten 1Cak. Tampilannya pun mengadopsi gaya 9gag. Sama seperti 9gag, 1Cak mengusung konsep user generated content, artinya pengguna 1Cak atau Wancakers-lah penyumbang konten utama di situs itu.

Salah satu Wancakers, Muhammad Azka Ramadhan, sejak duduk di bangku SMA hingga kini menempuh pendidikan sarjana di Universitas Pendidikan Indonesia tetap setia mengunjungi situs ini. Bermula sekadar penikmat meme, Azka mulai tergelitik untuk membuat meme kreasinya sendiri. Konten yang ia unggah kebanyakan dalam bentuk rage comic atau komik pendek.

Azka memang tidak menggambar rage comic buatannya. Namun Azka menggunakan gambar dari meme Internet atau menggunakan karakter favoritnya, seperti tokoh kartun Spongebob Squarepants. Ketimbang membuat meme soal cinta-cintaan, Azka lebih suka membuat konten untuk menyindir sebuah isu atau fenomena. Ia pun harus rajin membaca berita, terutama yang bersumber dari media online.

“Saya mau meme yang saya buat enggak hanya menghibur, tapi juga mendidik Wancakers lain,” kata Azka. Karena tampil beda, posting-an Azka banyak mendapatkan vote, bahkan kerap mendapatkan peringkat pertama di situs 1Cak. Setiap hari, jika waktunya longgar, Azka bisa membuat dua meme sekaligus.

Membuat meme maupun rage comic memang gampang dan sederhana. Namun, menurut Aji, ada saja pengguna nakal yang tidak mencantumkan sumber gambar atau foto yang diambil. Termasuk mengunggah foto aib temannya untuk bahan lelucon. Mereka pun protes karena karya dan fotonya dicatut tanpa izin. Beruntung, sejauh ini tak ada yang berbuntut serius.

Itu sebabnya, Aji harus memantau konten yang berasal dari 1 juta anggota ke situs 1Cak. Apabila mengandung konten negatif, sebuah posting-an akan segera dihapus. Hingga kini Aji mengaku masih mengurus sendiri 1Cak. Dari pendapatan iklan, paling tidak dia bisa mengantongi Rp 50 juta per bulan. Lebih dari cukup untuk jadi pekerjaan utama Aji. Apalagi dia tinggal di Sragen, kota kecil tak jauh dari Solo, Jawa Tengah.

Makin besar 1Cak, dia mulai kewalahan juga mengelola situs itu. Aji berniat merekrut orang untuk membantunya mengelola 1Cak. “Rencananya saya mau merekrut admin, terutama untuk mengurus media sosial. Karena sampai sekarang saya masih fokus di situsnya saja,” kata Aji.


Reporter/Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.

SHARE